Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Safari Ramadan di Ponpes Al Aqobah 4 Jombang, Rektor Unisma Sampaikan Modal Penting Hadapi Era Globalisasi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Apr - 2024, 16:27

Rektor Unisma Prof Dr Masykuri MSi saat melaksanakan Safari Ramadan di Ponpes Al Aqobah 4 Jombang (ist)
Rektor Unisma Prof Dr Masykuri MSi saat melaksanakan Safari Ramadan di Ponpes Al Aqobah 4 Jombang (ist)

JATIMTIMES - Syiar untuk menebarkan nilai-nilai positif dan semangat para civitas Universitas Islam Malang (Unisma) terus berlanjut di Bulan Ramadan. Melalui program Safari Ramadan 1445 H, Rektor Unisma melanjutkan kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al Aqobah 4, Jombang, Jawa Timur belum lama ini. 

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri MSi, menyampaikan bahwa teknologi yang saat ini berkembang boleh saja dipelajari. Ilmu tersebut, dikatakan Maskuri akan lebih berkembang dan bermanfaat dengan baik bilamana juga diikuti dengan belajar dan mendalami ilmu agama. 

Baca Juga : Memakai Baju Baru di Hari Raya Idul Fitri, Wajib atau Sunah?

Sehingga, dalam hal ini bukan saja mendalami tentang ilmu pengetahuan umum ataupun teknologi, namun sangat penting untuk mempelajari tentang agama, moral, tentang etika dan sebagainya.

"Apabila belajar ilmu teknologi, kemudian diintegrasikan dengan ilmu agama, maka ini sungguh sesuatu hal yang sangat berharga bagi masa depan saudara," kata Maskuri di hadapan para santri. 

Saat ini, manusia berada dalam era globalisasi. Tak ada sekat yang membatasi untuk mengetahui perkembangan dunia. Semua hal dapat diakses melalui media sosial dan media lainnya.

Para generasi bangsa merupakan bagian dari masyarakat dunia dan internasional. Atau bukan hanya sekedar Indonesia, bahkan Jawa Timur. Maka kompetisi yang akan diarungi para santri bukan hanya sebatas lokal, namun juga internasional.

Maka dari itu, dengan waktu yang tergolong cukup singkat, yakni selama tiga tahun, tentunya merupakan waktu yang sangat berharga untuk belajar. Waktu tiga tahun merupakan waktu yang pendek yang sangat berharga bagi yang memanfaatkan waktu tersebut dengan hal-hal bermanfaat. 

Dan sebaliknya, waktu ini begitu panjang dan lama bagi orang yang menyianyiakan waktu. Mereka yang memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang tak berguna tentunya akan mengalami kemunduran. "Maka gunakan waktu dengan baik dan bermanfaat," kata Rektor.

Kemudian Prof Maskuri juga menyampaikan bahwa dalam era globalisasi juga ditandai adanya masyarakat ilmiah. Semua hal dirasionalisasi atau dirasionalkan. Dalam era ini, banyak diisi oleh masyarakat kritis dan tidak ada yang kemudian mengabaikan begitu saja.

"Di sini (Ponpes) semua belajar ilmu Mantiq (keilmuan yang berkaitan dengan logika). Sudah menggunakan logika berfikir ilmiah. Belajar ini menjadi sangat penting, terlebih  disertai dengan belajar ilmu Al-Qur'an, ilmu agama, insyaallah tak sampai keluar jalur prinsip-prinsip Islam," katanya.

Seorang generasi juga harus memiliki mental pembaharuan. Generasi ini adalah mereka yang punya mental perubahan dan lompatan yang ke arah positif. Tentu, seorang santri haruslah memiliki mindset dengan lompatan-lompatan ke arah kemajuan, bukan malah memiliki mindset jalan di tempat atau bahkan berhenti.

"Hasad terhadap orang-orang berilmu ungkapan dari Imam Ghazali itu boleh. Ingin menjadi seperti mereka, tanpa mengurangi kebahagiaan mereka itu boleh. Termasuk Hasad pada orang-orang yang dermawan, kemudian saudara ingin menjadi seperti mereka ingin dermawan itu boleh," terang Rektor.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa tanpa persiapan yang matang dan jauh-jauh hari, menjadi pemimpin adalah hal yang sulit. Berbagai macam keilmuan yang didapat dalam pembelajaran dan pengalaman merupakan bekal yang bermanfaat saat para generasi memasuki kehidupan bermasyarakat yang sebenarnya. 

Baca Juga : Doa 10 Malam Terakhir Ramadan, Amalan, dan Keutamaannya

Para generasi harus memiliki mindset bahwa segala hal itu adalah penting. Mindset kemajuan, perubahan dan kompetitif harus dimiliki. Hal ini tak lepas juga dari pemikiran kritis, kreatif dan inovatif yang juga harus dimiliki.

"Maka, saudara sudah dibekali dengan berbagai macam ilmu, ilmu agama, ilmu umum, ilmu entrepreneur, ilmu leadership sudah dibekali. Maka jadilah community leader, jadilah saudara spiritualis leader dan menjadi pemimpin dalam hal lain," paparnya.

Materialis dan hedonis juga menjadi salah satu ciri dari era globalisasi. Terkait hal ini, para generasi haruslah memahami dan mampu menterjemahkan dengan baik. Artinya, ketika terjun kedalam dunia kerja, maka orientasi pertama janganlah terlalu berharap dengan apa yang didapatkan. Tetapi melaksanakan sesuatu karena Ridho Allah SWT.

"Harus yakin apa yang dilakukan itu benar, dan berikhtiar dengan baik, doa dan tawakal," kata Prof Maskuri.

Dengan segala sesuatu yang didasarkan pada ridho Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan sebuah kecukupan dengan keberkahan bagi orang-orang tersebut. Sehingga dengan modal yang positif, para lulusan pesantren dapat progresif dan survive untuk masa-masa yang akan datang.

"Kalau berorientasi pada materi saya yakin tidak akan sukses. Semua hal yang dilakukan berorientasi pada transaksi," tandas Rektor kampus bertagline 'Unisma Dari NU Untuk Indonesia dan Peradaban Dunia' ini.

Hal yang juga menjadi tantangan kedepan bagi para generasi adalah masyarakat yang liberal. Masyarakat yang bebas dengan berbagai hal, seakan-akan tanpa ada aturan dengan orientasi pada kebahagiaan belaka. 

Namun, pihaknya optimis, bahwa pada masa keemasan 2045, para generasi khususnya alumni pondok pesantren memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi hal tersebut. 


Topik

Pendidikan UNISMA UNISMA malang rektor unisma maskuri bakri safari ramadan


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni