Salah satu jembatan yang menjadi tugas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dalam menciptakan pemerataan ekonomi masyarakat (Bina Marga for MalangTIMES)

Salah satu jembatan yang menjadi tugas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dalam menciptakan pemerataan ekonomi masyarakat (Bina Marga for MalangTIMES)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Jembatan primer di Kabupaten Malang yang berjumlah sekitar 400 unit dan tersebar di berbagai wilayah,  bukan satu-satunya yang jadi prioritas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga. 

Jembatan antar desa atau penghubung antar wilayah pun,  menjadi bagian dari prioritasnya selama ini. Walau tidak ada jumlah jembatan antar desa secara pasti,  seperti jembatan primer. Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang terus melakukan pendataan keberadaannya. 

Hal ini, menurut Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni,  sebagai bagian dalam mewujudkan program pemerintah pusat khususnya Nawacita ketiga. Membangun dari pinggiran untuk menguatkan perekonomian di kota. 

"Jembatan antar desa menjadi penting dalam menggerakkan akses masyarakat. Sehingga aktivitas ekonomi di perdesaan bisa juga berjalan lancar. Selain tentunya kita juga tetap konsentrasi di jembatan primer," kata Romdhoni,  Senin (3/9/2018). 

Berpijak dari hal tersebut, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang di tahun ini pun sibuk menangani beberapa jembatan antar desa. Misalnya,  di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran. Dimana proses pembangunan jembatan antar desa yang dinamakan jembatan Madep Manteb Jaruman 2, diresmikan secara langsung oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna,  beberapa hari lalu. 

Pentingnya pembangunan jembatan antar desa,  seperti di Pagelaran tersebut, akan semakin membuka akses ekonomi,  pendidikan serta hal lainnya bagi masyarakat sekitar. Sebelumnya,  kata Kepala Desa Clumprit Sugianto, masyarakat terbilang terisolir tanpa keberadan jembatan tersebut. 

"Masyarakat akhirnya membutuh waktu yang cukup lama untuk akses menuju ke kecamatan, pasar dan desa lainnya, " ujarnya.

Kondisi inilah yang membuat Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang melalui  pemetaan dan data yang ada sampai saat ini, melakukan percepatan  dalam merespon kebutuhan-kebutuhan vital infrastruktur dasar masyarakat. 

Walaupun kerap tersandung anggaran pembangunan,  jembatan Madep Manteb Jaruman 2 akhirnya bisa difungsikan secara maksimal saat ini.  "Setelah diresmikan bapak bupati,  jembatan ini sudah layak secara standar teknis," ujar Romdhoni. 

Jembatan antar desa Madep Manteb Jaruman 2 memiliki panjang 20 x 7 meter. Serta menghubungkan dukun Sidorukun,  Desa Clumprit dengan Desa Suwaru di wilayah Pagelaran. Secara teknis standar jembatan memiliki lebar 6 meter dan berstruktur dari baja. 

Jembatan antar desa lainnya yang sudah terdata dan menjadi prioritas untuk dilakukan pembangunan pun terus dilakukan survei dan persiapan-persiapan teknisnya. "Yang masuk prioritas untuk ditingkatkan kita tetap sisir dan persiapkan pembangunannya," imbuh Romdhoni. 

Disinggung mengenai kelayakan jembatan primer yang ada di Kabupaten Malang,  Romdhoni menyatakan kondisinya masih terbilang baik secara fungsi.  Walau pun ada beberapa jembatan yang memang secara teknis belum memenuhi syarat. Misalnya, di lebar jalan jembatan yang masih kurang dari 6 meter. 

"Sekitar 10 persen dari total 400 jembatan primer. Tapi, sekali lagi jumlah itu belum mendesak untuk dilakukan perbaikan. Secara fungsi masih layak sebagai jembatan," ujar Romdhoni. 

Di kesempatan berbeda,  Bupati Malang Rendra Kresna mengingatkan kepada masyarakat yang mendapatkan prioritas pembangunan jembatan,  untuk merawatnya sebaik mungkin. Sehingga, hasil pembangunan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal bagi masyarakat. 

"Rawat dan jagalah berbagai hasil pembangunan tersebut. Sehingga bisa bertahan lama dan maksimal fungsinya," ucap Rendra Kresna. 

End of content

No more pages to load