Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di Desa Gedog Wetan, Turen. (Foto : PPBK Kabupaten Malang For Malang TIMES)
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di Desa Gedog Wetan, Turen. (Foto : PPBK Kabupaten Malang For Malang TIMES)

MALANGTIMES - Amukan si jago merah masih melanda Kabupaten Malang. Setelah kebakaran kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Sabtu 1 September 2018, giliran Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, terjadi kebakaran. Rumah produksi tahu di Desa Gedog Wetan jadi sasaran api, Minggu (2/9/2018).

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Informasi yang dihimpun MalangTIMES, steam boiler (ketel uap) diduga kuat menjad pemicu kebakaran. Alat produksi tahu itu ditinggalkan dalam kondisi tidak padam sepenuhnya. Akibatnya, api menyambar kayu yang ada di dapur tempat produksi tahu tersebut. 

Pemilik rumah produksi tahu Lasimin mengatakan, saat kejadian dapur produksi memang dalam keadaan kosong. Sebab, empat karyawannya sudah pulang sedari siang. Biasanya Lasimin mengontrol ketel uap dan memastikan api dalam keadaan mati.

Tapi saat kejadian, dia merasa tidak enak badan. “Tahu-tahu api sudah menjalar hingga atap. Akibat insiden ini, saya mengalami kerugian sekitar 100 juta rupiah,” ungkap Lasimin kepada Malang TIMES.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Mudji Utomo mengatakan, akibat kejadian ini, dua rumah juga ikut terbakar. Yakni rumah milik Luluk dan Sugik, warga yang tinggal bersebelahan dengan rumah produksi tahu tersebut. Namun dampak terparah terjadi di rumah milik Luluk. “Api menjalar dengan cepat karena di rumah Luluk terdapat tiner yang digunakan untuk bahan tambahan cat sangkar burung,” kata Utomo.

Terpisah, Kepala Seksi Badan PPBK Kabupaten Malang Agus Riyanto mengatakan, total ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi kejadian. Selain itu, 11 personel diberangkatkan untuk memadamkan kobaran api. “Api baru bisa dipadamkan sekitar dua jam kemudian,” pungkasnya. (*)