Barang Bukti Pil Koplo Yang Diamankan Dari Tersangka DPO (foto : Humas Polres Malang For Malang TIMES)

Barang Bukti Pil Koplo Yang Diamankan Dari Tersangka DPO (foto : Humas Polres Malang For Malang TIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Masyarakat Kabupaten Malang harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman peredaran narkoba. Kaena terbukti, dalam sepekan polisi meringkus enam tersangka jaringan narkoba. Terbaru, Andi Fatchurrozi warga Desa Wonokerto Kecamatan Bantur, diringkus polisi setelah sempat mengisi Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak april lalu.

Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska mengatakan, pria 24 tahun itu diciduk polisi kamis (30/8/2018). Jaringan pengedar pil koplo ini terungkap setelah sebelumnya, Margo Suwito warga Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan diamankan polisi, setelah kedapatan memiliki 40 butir pil koplo.

Dari keterangan pelaku mengaku jika mendapatkan barang haram tersebut dari Andi. Empat bulan berselang, Andi akhirnya berhasil digelandang polisi ke polsek bantur. “Keduanya dijerat dengan Undang-undang pasal 196 atau 197 nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” kata Aska Kepada Malang TIMES.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang Mohammad Choirul mengatakan, peredaran pil koplo tahun ini memang marak terjadi. Terbukti dari total 33 peserta rehabilitasi, 15 di antaranya mengkonsumsi pil doubel L.

Sedangkan sisanya menjalani masa rehabilitasi lantaran mengkonsumsi sabu, ganja, dan jenis narkoba lainnya. Dari jumlah tersebut, 16 peserta berusia remaja di bawah 19 tahun dan berstatus pelajar. “Harga yang terjangkau, membuat pil koplo banyak diminati usia pelajar,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load