Bupati Malang Rendra Kresna dan Kadis PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni saat melihat alat berat yang biasanya dipakai dalam pembangunan jalan (Nana/MalangTIMES)

Bupati Malang Rendra Kresna dan Kadis PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni saat melihat alat berat yang biasanya dipakai dalam pembangunan jalan (Nana/MalangTIMES)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, fokus pada peningkatan jalan, jembatan serta pelengkap jalan di tahun 2018. Khususnya di jalur-jalur jalan utama penghubung antar kota, yaitu Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Seperti yang terlihat di beberapa wilayah Kecamatan Kepanjen maupun Pakisaji. Baik di jalan Talangagung maupun di jalan Karangduren. Dimana kedua jalur jalan tersebut merupakan penghubung keluar-masuknya kendaraan dari kota-kabupaten.

Peran vital jalur jalan penghubung yang membuat Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang menggelontarkan anggaran peningkatan dan pembangunan sebesar Rp 120 miliar di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Fokus Dinas PU Bina Marga terlihat, misalnya di jalur jalan Talangagung, Kepanjen.

Jalur padat yang kerap tergenang air hujan tersebut, kini telah selesai terbangun di satu sisi ruas jalannya. Bukan hanya peningkatan kualitas jalan yang juga disasar oleh dinas yang dipimpin oleh Romdhoni ini. Tapi juga pelengkap jalannya berupa drainase.

Kini, ruas jalan lain yang sedang dikebut penyelesaiannya di Karangduren-Ketapang, Pakisaji.

Pembangunan dan peningkatan jalan Karangduren-Ketapang sebagai upaya untuk memecah kepadatan kendaraan keluar-masuk Kabupaten-Kota Malang.

Melalui jalur Gadang yang juga terus dilakukan pembangunan pelengkap jalan berupa drainase di beberapa titiknya.

Romdhoni menyatakan, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan tidak bisa dihindari.

"Kepadatan kendaraan semakin membuat jalan perlu ditingkatkan kualitasnya. Sehingga tidak cepat rusak dan terjadi penumpukan kendaraan," kata mantan kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Minggu (2/9/2018).

Dia mencontohkan di jalur jalan Karangduren, Pakisaji, yang kini sudah terselesaikan sekitar 50 persennya. Jalur tersebut, nantinya akan semakin mulus. Dan tentunya tidak akan tergenang air saat musim hujan, seperti di jalan Talangagung, Kepanjen, dulu. Dari pengamatan MalangTIMES, proses pembangunan dan peningkatan jalan Karangduren, terus berjalan. Selain pengaspalan, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, juga membangun saluran drainase.

Tahun ini pembangunan dan peningkatan jalan memang diikuti dengan drainase. Karena cukup banyak jalur jalan penghubung yang kerap tidak memiliki saluran air. "Ini tentunya tidak bisa dilakukan terpisah-pisah. Kita manfaatkan musim kemarau ini untuk mempercepat penyelesaiannya," ujar Romdhoni.

Fokus Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang tersebut, disambut antusias oleh masyarakat. Hermawan, warga Gadang yang setiap hari melalui jalur Kepanjen-Karangduren-Gadang, menyatakan kegembiraannya atas pembangunan tersebut. "Tentunya saya salut. Karena dengan pembangunan tersebut saya bisa lebih lancar dan aman kalau berkendaraan setiap hari di jalur tersebut," ucap Hermawan yang bekerja di Kepanjen.

"Semoga pengerjaannya segera selesai. Sehingga jalan tidak cepat rusak juga dan membuat nyaman kalau dilalui," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang memang terus mengejar berbagai pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Baik peningkatan, pemeliharaan maupun pelengkap jalannya. Hal ini dikarenakan derap kemajuan di Kabupaten Malang terbilang cepat dengan adanya berbagai pembangunan skala nasional. Seperti pembangunan jalan tol maupun rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Singosari. Karenanya, di tahun 2018 ini Pemkab Malang menggelontorkan dana sekitar Rp 350 mliar untuk pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah.

"Kita tentunya harus menyelaraskan dengan proses pembangunan skala nasional. Sehingga nantinya bisa saling menunjang dan melengkapi. Karena itu kita fokus dalam pembangunan jalur jalan penghubung. Untuk peningkatan jalan tahun ini ditarget 70 kilometer bisa selesai," pungkas Romdhoni.

End of content

No more pages to load