Suasana Pengobatan Gratis di Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang. (Foto: hilmy/malangtimes)
Suasana Pengobatan Gratis di Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang. (Foto: hilmy/malangtimes)

MALANGTIMES - Dalam rangka peringatan HUT RI ke 70 dan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal kesehatan, mahasiswa yang menjalankan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) 37 dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengobatan gratis di Balai Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Sabtu (15/8/2015).

Yang berbeda dari pengobatan gratis itu, panitia melakukan jemput bola terhadap calon pasien yang akan mengikuti pengobatan gratis ini, dengan kata lain mereka menjemput bahkan mengantar pulang peserta pengobatan gratis yang diikuti umumnya oleh lansia ini.

Baca Juga : Ungkapan Mahasiswa Asing UIN Malang yang Terisolasi di Kampus

"Alhamdulillah berjalan lancar, peminatnya juga banyak walaupun awalnya kami pesimis pesertanya bisa banyak, karena daerah ini termasuk wilayah perkotaan yang berbeda dengan desa pada umumnya," kata Hersandy Hamdan, Koordinator Pelaksana kegiatan kepada MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK).

Bahkah yang mahasiswa lakukan bersama rekan-rekannya, sembari melakukan sosialisasi sebelum acara pengobatan gratis berlangsung. Para mahasiswa menjalin komunikasi dengan Kepala Dusun setempat dan 16 Posyandu dengan memberikan formulir dan menjemput peserta ketika pelaksanaan.

Dalam pelaksanaan pengobatan gratis tersebut, dibantu dengan dokter profesional dari UMM, dan empat pendamping dari mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM. Secara keseluruhan kuota yang awalnya diperuntukkan 100 orang, melebihi target yang direncanakan.

"Pasiennya melebihi target. Respon masyarakat sangat luar biasa. Mungkin karena kita lakukan antar jemput. Biasanya, warga malas mau berobat karena jarak tempat berobat dengan rumahnya cukup jauh. Kita, membantu masyarakat sekitar dan menjemputnya," katanya.

Baca Juga : Siswa yang Tak Punya Akses Internet Mulai Senin Belajar Lewat TVRI

Dalam pengobatan gratis itu, usai menjalani proses pengobatan, peserta akan mendapatkan edukasi tentang penyakit yang diderita tentang makanan apa yang harus dimakan dan dihindari, dan juga diberikan obat secara cuma-cuma. (*)