Ilustrasi pencurian yang dilakukan pembantu (poskotanews)
Ilustrasi pencurian yang dilakukan pembantu (poskotanews)

MALANGTIMES - Terdesak kebutuhan hidup, seorang asisten (pembantu) rumah tangga, bernama ST (40) alias Isa, warga Jalan KH Malik Dalam 59, RT 01 RW 05, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, nekat menggasak uang tunai milik majikannya sebesar Rp 88 juta.

Dalam aksi pencurian tersebut, wanita itu melakukannya secara bertahap. Bahkan rentang waktunya telah berjalan satu tahun lebih, mulai Maret 2017 sampai Agustus 2018.

Pelaku mencuri uang majikannya bernama Agustina (58), yang tak lain tetangga dekat, saat majikannya tersebut tidak berada di rumah. Saat suasana sepi itulah, pelaku melancarkan aksinya mengambil uang korban yang disimpan di kamar secara sedikit demi sedikit hingga terhitung 12 kali dengan total Rp 88 juta. 

Sekian waktu berjalan, korban pun sebenarnya sudah mulai curiga. Pasalnya, jumlah uang yang disimpan justru semakin hari semakin berkurang. Dari situ, karena di rumah tersebut tidak terdapat orang lain selain keluarganya, kecurigaan pun mengarah kepada si pembantu.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, Agustina melapor ke polisi. Selanjutnya petugas langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada 27 Agustus 2018. Dalam pemeriksaan, benar saja, pelaku mengakui perbuatannya tersebut.

Kapolres Malang Kota melalui Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi mengatakan kasus itu masih ditangani Polsek Kedungkandang. "Pelaku masih kami mintai keterangan lebih lanjut," ucapnya (30/8/2018).

Pengakuan Isa, uang puluhan juta tersebut, selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, juga digunakan untuk membeli perhiasan. Dari tangan pelaku saat ditangkap, diamankan satu buah kalung emas, satu gelang, dan tiga cincin perak serta uang hasil curian yang tersisa Rp 400 ribu.

"Meskipun ditangani polsek, tapi nantinya untuk penahananya kami akan limpahkan ke Polres Malang Kota," ujar kapolsek. Akibat aksinya, pelaku terancam pasal 362 tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (*)