MALANGTIMES - Yoyok Suliono resmi mengisi pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD Kota Batu tahun 2014-2019, Kamis (30/8/3018).

Pria yang diusung dari Partai Hati Nurani (Hanura) Kota Batu ini adalah seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kota Batu.

Yoyok tidak menyangka jika ia harus menggantikan Sugeng Hariono dari Partai Hanura Kota Batu yang telah meninggal dunia pada 2 Juni 2018 silam.

Dengan demikian kini ia menempati posisi sebagai anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan dari Fraksi Keadilan Nurani Nasional (Gabungan Partai PKS Nasdem dan Hanura). 

Alumni SMK Brawijaya ini sudah sejak lama menjalankan usaha itu di Alun-Alun Kota Batu. Hingga saat ini ia menjajakan es kepada wisatawan. Tidak hanya itu saja, di malam hari ia memanfaatkan waktunya untuk berjualan lalapan.

“Usaha jadi PKL kemudian jualan lalapan setelahnya sudah saya lakoni bertahun-tahun. Ya mungkin kalau sekarang saya jadi anggota ini yang malam dikurangi,” ujar Yoyok kepada BatuTIMES.

Selain sebagai PKL, lalapan, istrinya Nena Dwi Ernawati juga berjualan gado-gado di pasar besar Kota Batu.

Lalu tahun 2014 silam ia akhirnya tertarik untuk menjadi wakil rakyat dan masuk pada Partai Hanura. 

Ia pun mengaku beruntung bisa masuk menjadi anggota DPRD Kota Batu. Bagaimana tidak pada saat pemilu tahun 2014 silam, Yoyok berada diposisi tiga. Dengan perolehan suara 351.

“Seharusnya PAW-nya kan Pak Rudi Hartono. Ia diposisi kedua dan ternyata beliau pindah ke partai lain. Sehingga saya yang terpilih,” ujar pria 38 tahun ini. 

Tak hanya itu saja, pada pemilu 2019 mendatang, Partai Hanura tidak bisa terlibat dalam pemilu. Karena tidak mendapatkan tandatangan dari Ketua Partai Hanura Kota Batu.

“Jadi saya ini beruntung, karena pemilu besok Partai Hanura enggak ikut serta. Dan enggak ada caleg dari Hanura,” tutup bapak dua anak ini.