Situasi Internal Sempat Panik Akibat Surat KPK, Anggota DPRD Kota Malang Tetap Berangkat Nonton Asian Games

Aug 30, 2018 00:47
Plt Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Choeroel Anwar saat memenuhi pangggilan KPK sebagai saksi di Polres Malang Kota, beberapa bulan silam. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Plt Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Choeroel Anwar saat memenuhi pangggilan KPK sebagai saksi di Polres Malang Kota, beberapa bulan silam. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Situasi ironis muncul di tengah proses hukum penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Kota Malang.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Penggeledahan rumah pribadi ditambah beredarnya surat perintah penyidikan (Sprindik) untuk sejumlah anggota dewan, tak membatalkan keberangkatan anggota DPRD Kota Malang ke Jakarta dan Palembang. 

Kabarnya, mereka bertandang untuk menonton laga Asian Games 2018 di dua kota itu.

Plt Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Choeroel Anwar membenarkan bahwa seluruh anggota legislatif tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah.

"Anggota dewan hari ini kunker, Komisi A ke Jakarta, ada yang ke Palembang. Salah satunya kunker ke Kementerian Kominfo," ujar Choeroel.

Meski demikian, dia tidak mengakui jika kunjungan itu sekaligus mencari kesempatan menikmati secara langsung pertandingan-pertandingan Asian Games. "Banyak agendanya," terang politisi Partai Golkar itu.

Choeroel mengungkapkan, situasi internal dewan sempat panik ketika ada kabar terkait penetapan tersangka baru dalam kasus yang tengah diusut KPK.

"Saat rapat Badan Musyawarah (Banmus) ada beberapa teman yang dapat undangan (pemeriksaan oleh KPK). Saya juga dapat, suratnya diserahkan oleh Sekwan," terangnya.

Menurut Choeroel, dia mendapat panggilan sebagai saksi untuk tersangka Ribut Hariyanto, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang.

"Saya dapat jadwal hari Sabtu (1/9/2018) untuk Pak Ribut. Sepengetahuan saya, teman-teman (anggota dewan) itu juga Sabtu. Ada yang Jumat, tapi kebanyakan Sabtu," urainya melalui sambungan telepon. 

Mengenai kepanikan yang terjadi akibat gelombang ketiga kasus suap pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Kota Malang itu, Choeroel menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti proses yang seharusnya.

"Kami menghormati proses hukum, tetap menjalani sesuai proses sambil menjalankan tugas kedewanan. Tugas tetap jalan," tegasnya.

"Mengenai jumlah anggota dewan yang menjadi tersangka, Choeroel mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan

"Tersangka lain saya nggak tahu. Di surat saya hanya ada satu nama, Pak Ribut," tuturnya.

Sementara salah satu anggota DPRD Kota Malang membenarkan adanya rencana menonton laga Asian Games di sela kunker.

"Itu hanya rencana sampingan, kalau agenda utamanya sudah selesai kan ada waktu bebas. Tapi ini sebagian nggak jadi gara-gara panik soal panggilan KPK itu," ujar salah satu anggota yang enggan disebutkan namanya. 

Anggota lain juga memilih tak banyak berkomentar. "Kurang tahu, saya belum terima surat," ujar M Fadli.

Nama Fadli sendiri tertera menjadi salah satu tersangka versi Sprindik dengan nomor Sprin.Dik/114/DIK.00/01/08/2018.

Dalam surat itu tertera enam nama sebagai tersangka. Yakni Imam Ghazali, Een Ambarsari, Asia Iriani, Bambang Triyoso, Indra Tjahyono, dan Muhammad Fadli.

Sejumlah anggota DPRD Kota Malang bakal menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI akhir pekan ini.

Kedatangan 'pasukan' anti rasuah untuk ketiga kalinya tersebut membuat situasi internal dewan sempat panik.

Tim penyidik juga melakukan penggeledahan rumah pribadi anggota dewan dalam dua hari terakhir. 

Pewarta : Nurlayla Ratri

Editor : Heryanto

Topik
proses hukum penyidikan KPK di malangKPK DI MALANGPlt Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Choeroel AnwarKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru