Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna (tengah) saat menemui Tim Penilaian Lomba Inovasi Layanan Publik di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/8/2018) (foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna (tengah) saat menemui Tim Penilaian Lomba Inovasi Layanan Publik di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/8/2018) (foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Inovasi Contraceptive For Women At Risk (Contra War) mendapat respon positif dari Pemerintah Indonesia. Hari ini, Rabu (29/8/2018), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mendatangi Kabupaten Malang untuk memberikan penilaian dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018.

Kemenpan-RB menilai, inovasi yang dibuat tersebut telah memberi banyak dampak positif dalam mengurangi angka kematian pada ibu hamil dan bayi. Sehingga, secepatnya inovasi tersebut harus segera ditularkan ke masyarakat secara nasional melalui pemerintah daerahnya masing-masing.

"Kami berharap inovasi ini menjadi virus baik dan bisa segera tertular ke seluruh daerah," terang tim penilai Kemenpan-RB, Zakaria Wahab dalam pertemuan yang dilakukan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/8/2018).

Kedatangannya kali ini menurutnya berkaitan dengan verifikasi lapangan lomba inovasi layanan publik dari 99 besar menuju 40 besar. Penilaian dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan dan disesuaikan dengan hasil pemaparan.

Sementara itu, Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna menyampaikan, inovasi Contra War yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) itu bertujuan menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB) di wilayah Kabupaten Malang.

"Dan terbukti, dengan inovasi ini kita dapat menurunkan angka kematian hingga 50 persen," jelasnya.

Pria berkacamata itu menyampaikan, kurang lebih 60 persen dari total kematian ibu dan bayi baru lahir dialami oleh wanita usia subur beresiko tinggi dengan penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit bawaan dan resiko tinggi pada kehamilan sebelumnya. 

"Jadi ada banyak ibu-ibu itu yang tidak tahu mereka sakit. Sehingga saat hamil dan melahirkan bisa meninggal dunia atau bahkan melahirkan bayi prematur. Angka ini harus terus kita tekan," jelasnya.

Melalui program ini, para perempuan usia subur yang akan hamil dicek terlebih dulu kondisinya. Ketika diketahui mengalami sakit, maka proses penyembuhan akan dilakukan dan ibu yang bersangkutan akan ditunda terlebih proses kehamilannya.

"Dan selama proses pemulihan, perempuan yang sedang sakit tersebut akan diberikan KB yang sesuai dengan dirinya," jelasnya lagi.

Tak hanya itu, pria nomor satu di Kabupaten Malang itu juga menilai jika inovasi tersebut dapat mengurangi angka anggaran yang ditetapkan dalam pembiayaan kesehatan, salah satunya BPJS Kesehatan. Karena ketika jumlah pasien turun, anggaran yang harus dikeluarkam juga akan rendah.

"Dan kami akan terus berinovasi untuk menghasilkan layanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.