Teh Kulit Kopi yang Mendunia Kini Diproduksi Kabupaten Malang

Teh Kulit Biji Kopi dari Lereng Gunung Bromo khas Kabupaten Malang ini dipamerkan dalam Expo Pembangunan 2018 yang berlangsung di halaman Stadion Kanjuruhan Malang sampai Minggu (26/8/2018) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Teh Kulit Biji Kopi dari Lereng Gunung Bromo khas Kabupaten Malang ini dipamerkan dalam Expo Pembangunan 2018 yang berlangsung di halaman Stadion Kanjuruhan Malang sampai Minggu (26/8/2018) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Bagi para pencinta kopi dan teh, cascara atau teh kulit biji kopi tentu bukan hal yang asing. Karena teh unik ini sudah dikenal sejak abad ke 19, dan banyak dikonsumsi orang dari berbagai negara karena khasiatnya yang bagus bagi kesehatan.

Tak usah jauh-jauh, karena di Malang kini sudah ada petani yang mulai memproduksi cascara. Teh biji kopi ini bahkan sudah mulai banyak diminati oleh masyarakat lokal. Rasanya unik, dan memberi banyak manfaat ketika dikonsumsi tanpa gula.

Salah satu produksi cascara yang menjadi andalan Kabupaten Malang ada di Desa Taji Kecamatan Jabung, yaitu Kopi Babinsa Taji Lereng Gunung Bromo. Meski belum memproduksi dalam jumlah massal, teh kopi ala Jabung ini sudah banyak dipasarkan ke Malang Raya dan beberapa daerah di Jawa seperti Jakarta dan Surabaya.

"Saya mulai produksi cascara dari tahun 2015 dan mulai dipasarkan ke banyak daerah sejak awal tahun ini," kata pemilik Kopi Babinsa Taji Lereng Bromo, Sertu Heri Purnomo pada MalangTIMES di sela-sela kesibukannya saat mengikuti Expo Pembangunan Kabupaten Malang 2018 di halaman Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (25/8/2018).

Pria yang kesehariannya menjadi Babinsa Koramil Jabung ini memang sudah lama bergelut dengan dunia perkopian. Lahan seluas kurang lebih delapan hektare ia tanami kopi, dan tiga hektare di antaranya dikhususkan untuk produksi kopi dan teh kopi.

Dalam satu kali produksi, ia mampu menghasilkan satu kwintal teh kulit kopi. Hasilnya langsung didistribusikan sesuai dengan permintaan. Namun terkadang, ia merasa kualahan karena jumlah permintaan besar. Sedangkan hasil produksinya masih terlalu kecil dan sering tidak mencukupi.

"Karena kulit kopi tidak bisa diolah semuanya. Sebagian harus kami kembalikan ke kebun untuk mengembalikan aroma dan cita rasa dari kopi itu sendiri," jelasnya.

Menurutnya, proses pembuatan teh biji kopi itu sendiri tidak terlalu sulit. Namun kualitas kopinya memang harus yang terbaik. Untuk mendapat kulit kopi yang diinginkan, terlebih dulu dilakukan proses sortir pada biji kopu. Selanjutnya biji kopi yang merah dengan kualitas premium dicuci hingga benar-benar bersih.

Setelah dicuci, lanjutnya, dilakukan pemisahan terhadap kulit dan biji kopi. Langkah berikutnya adalah menjemur kulit kulit kopi tersebut menggunakan rumah jemur. Karena untuk mendapat hasil terbaik, kulit kopi tersebut tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

Selain itu, dalam satu hari proses penjemuran cukup dilakan dalam waktu satu jam secara berturut-turut selama 25 hingga 30 hari. Dia juga menyarankan agar proses penjemuran dilakukan antara pukul 09.00 WIB sampai dengan 11.00 WIb.

"Setelah dijemur dan memiliki kadar air 20 sampai 35, maka bisa langsung dikonsumsi," jelas pria ramah itu.

Lebih jauh Heri menjelaskan jika cascara buatannya bagus untuk kesehatan dan nol kafein. Sehingga bisa dikonsumsi untuk anaka-anak. Cara menyeduhnya pun mudah, cukup larutkan 10 biji cascara dengan air sebanyak 200 mili liter. Jika memilih menggunakan gula, disarankan agar tidak terlalu banyak.

"Dan baiknya memang tidak menggunakan gula. Khasiatnya untuk menghilangkan kolesterol dan baik sebagai antioksidan," imbuh Heri.

Selain sudah memiliki pelanggan dari beberapa cafe di dalam dan luar Malang, menurutnya ia juga sudah mulai melebarkan sayap dengan menjajak pasar online. Untuk mengenalkan cascara, ia juga beberapa kali mengikuti expo yang digelar oleh pemerintah ataupun swasta. 

"Dan Expo Pembangunan ini sangat luar biasa, saya bisa mudah mengenalkan produk saya dan antusias masyarakat besar," terangnya sembari menyebut jika selama pameran ia akan memberi tester kopi gratis kepada para pengunjung. 

Teh Kulit Kopi yg diproduksi dari wilayah Kabupaten Malang juga bisa dinikmati di daerah perkotaan Malang. Salah satunya disuguhkan Kedai Elele yang berlokasi di lapangan plaza Merjosari, Lowokwaru. Menu cascara ini banyak juga yang meminatinya. Sebagian pengunjung ada yang penasaran dengan sajian Kedai Elele itu, lalu mencobanya.

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top