Tentara cilik saat uji nyali panjat miniatur tebing pada stan BBBD di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen (foto: BPBD for Malang TIMES)

Tentara cilik saat uji nyali panjat miniatur tebing pada stan BBBD di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen (foto: BPBD for Malang TIMES)



MALANGTIMES - Pengunjung Expo Pembangunan 2018, bakal disuguhI pengalaman berbeda dan menantang. Umumnya, wahana bermain anak identik dengan ayunan, perosotan, maupun mandi bola. Tapi berbeda dengan wahana yang disediakan pada stan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.

Koordinator stan Sadono Irawan menuturkan, konsep tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2017, mengusung tema komunikasi dan transportasi, pada tahun ini, badan yang dikepalai Bambang Istiawan ini mengusung tema rescue.

“Selain membawa berbagai peralatan penyelamatan seperti perlengkapan gunung dan alat selam, kami juga menyediakan miniatur tebing dan alat evakuasi vertikal rescue,” tutur Sadono kepada MalangTIMES, Sabtu (25/8/2018).

Alhasil, miniatur tebing setinggi 3 meter itu, diserbu pengunjung khususnya usia anak-anak. Sadono yang juga menjabat Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Malang menanbahkan, wahana panjat tebing aman bagi semua pengunjung. Sebab bisa menahan berat maksimal 100 kilogram. Demikian juga dengan alat evakuasi vertikal rescue, bisa menampung beban maksimal tiga ton.

“Tidak hanya bisa mencoba, pengunjung yang ingin mengabadikan momen juga dipersilahkan. Kami berharap dengan adanya wahana panjat tebing, bisa mengajarkan keberanian sejak dini,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung Ahmad Nur Rahman terlihat antusias untuk mencoba wahana uji nyali tersebut. Bahkan anak 5 tahun itu, nampak tidak ragu saat dikenakan perlengkapan memanjat. “Maama foto ma,” saut Ahmad saat memanjat tebing sambil mengangkat tangan.

End of content

No more pages to load