Petugas UPT PMK Kota Malang tengah berusaha menjinakkan api dalam peristiwa kebakaran lahan bambu di wilayah Kecamatan Pisangcandi, Kota Malang. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)

Petugas UPT PMK Kota Malang tengah berusaha menjinakkan api dalam peristiwa kebakaran lahan bambu di wilayah Kecamatan Pisangcandi, Kota Malang. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Cuaca terik yang terjadi di Kota Malang selama beberapa pekan terakhir menyimpan potensi bencana tersendiri. Seperti yang terjadi di Jalan Pisang Agung RT 05/06 Kecamatan Sukun. Siang ini (24/8/2018) lahan bambu atau barongan di lokasi tersebut terbakar seluas satu hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang belum menemukan secara pasti penyebab kebakaran. Namun, cuaca terik diperkirakan menjadi salah satu pemicu yang menyebabkan di jago merah cepat membesar. 

Berdasarkan data BMKG Karangploso, suhu udara di Kota Malang pada tengah hari diperkirakan mencapai sekitar 30 derajat Celcius. Kelembaban udara juga cukup rendah di angka 32 persen. Ditambah lagi angin yang berembus cukup kencang di kecepatan 28 kilometer per jam. 

Kepala BPBD Kota Malang J Hartono mengungkapkan, kejadian kebakaran lahan bambu tersebut diketahui dari laporan Lucky, satpam yang bertugas di salah satu perumahan di sekitar lokasi. "Kejadian bermula saat warga usai menunaikan Salat Jumat. Sekitar pukul 13.00 WIB, Iahan kosong yang ditumbuhi banyak pohon dan rumpun bambu tiba-tiba mengepulkan asap tebal berwarna putih pekat," urainya.

Berdasarkan pantauan petugas, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1 hektare. Lahan kosong tersebut hangus dan bumbungan asapnya sempat membuat warga sekitar terganggu. "Ada beberapa warga yang mengaku sempat sesak napas dan batuk-batuk akibat tebalnya asap," terangnya. 

Bahkan, saksi yang juga satpam perumahan atas nama Lucky tersebut terpaksa dibopong ke rumah warga dan diberi alat bantu pernapasan akibat sesak napas yang dideritanya. Meski demikiana, Hartono menyebut tidak ada korban jiwa fatal dalam kejadian itu.

Menurut Lucky saat dimintai keterangan, kejadian kebakaran berlangsung begitu cepat. Warga juga tidak mengira asap yang muncul di barongan ternyata api. Dan api pun semakin berkobar karena angin yang berhembus cukup kencang. 

Penyebab asal usul kebakaran masih simpang siur. Sebagian warga menyebut akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, tak sedikit pula yang warga yang menyebut akibat udara panas yang cukup terik. "Sepertinya akibat panasnya matahari, ranting dan dedaunan kering saling bergesekan. Sekilas mirip efek kaca pembesar yang bisa membakar kertas," terangnya. 

Sedikitnya lima unit mobil PMK dikerahkan untuk memadamkan api. Kendati tak menimbulkan korban jiwa namun Pusdalops BPBD Kota Malang menyatakan kerugian mencapai Rp 3 juta. Hartono mengatakan, bahwa kebakaran kini tak hanya di wilayah permukiman. Akan tetapi juga merambah ke lahan-lahan kosong yang terbengkalai.

"Sudah banyak kejadian kebakaran lahan kosong. Entah akibat buang puntung rokok sembarangan hingga bakar sampah tidak ditunggui," terang Hartono. Dia berharap, warga Kota Malang makin peduli terhadap lingkungannya. 

Sadar bencana, lanjutnya, juga merupakan salah satu upaya mitigasi guna meminimalkan risiko bencana. Apalagi di musim kemarau ini, potensi kebakaran cukup tinggi karena kelembaban udara rendah serta hembusan angin yang kencang. "Tak hanya rumah atau bangunan yang kini harus diwaspadai, Iahan kosong pun patut dijaga," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load