Para pelaku yang berhasil dibekuk polisi (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para pelaku yang berhasil dibekuk polisi (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gembong jaringan pengedar narkoba di Kota Malang, berhasil diungkap Polres Malang Kota. Total 51 kg ganja yang dibeli dari Lampung berhasil diamankan bersama tujuh pelaku, dimana salah satunya ada seorang wanita. 

Baca Juga : Napi Asimilasi yang Kembali Berulah Siap-Siap Tempati Sel Pengasingan

Terungkapnya jaringan narkoba tersebut  bermula dari tertangkapnya AI (38) seorang wiraswasta warga Jalan Kolonel Sugiyono III A, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada 21 Agustus 2018. 

Dari tangan AI, petugas ini berhasil menemukan barang bukti pil inex 10 butir. Kemudian dilakukan pendalaman, petugas kembali berhasil menciduk SJ (24)  warga Jalan Elok, Sidoarjo. Dia berhasil dibekuk bersama barang bukti (bb) tiga paket ganja yang dilakban cokelat, dua klip paket ganja, dua linting rokok ganja, setengah butir inex dan satu gram sabu di Jalan Candi Bajang Ratu.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH melalui Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat mengungkapkan, dari pelaku SJ tersebut, kembali dikembangkan hingga muncul nama ZH (25) warga Jalan Tumapel Pagetan, Singosari, Kabupaten Malang, yang ternyata adalah senior SJ di kampus dulu.

"ZH ini juga ditangkap di kosnya Jalan Candi Bajang Ratu. SJ dan ZH ini teman satu kosan. Nah dari tangan ZH ini ditemukan bb besar yakni 17 Kg Ganja, 112 pil inex dan 17 gram sabu," jelasnya (23/8/2018).

Lanjutnya, tak berhenti di situ, dari ZH kembali dikembangkan dan mendapatkan nama baru lagi yakni AS (35) seorang buruh warga Jalan Simpang Kepuh, Sukun, Kota Malang. Dari tangan AS petugas juga mendapati bb yang cukup besar yakni 14 kg ganja.

"Dari keterangan ZH, dia ini mengambil barang dari Lampung bersama AS. Mereka mau mengambil karena diperintah oleh seseorang yang masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan juga diimingi uang Rp 50 juta jika berhasil menjual ganja itu," terangnya.

Baca Juga : Warning Polisi, Napi Pelanggar Aturan Asimilasi Bakal Dapat Tindakan Tegas dan Terukur

Selain menyebut nama ZH, SJ juga menyebut nama lain yakni FR (24) warga Perum Sidokare Asri, Sidoarjo. Oleh FR barang haram tersebut dipasarkan kepada AP (23) warga Perum Mutiara Regency, Sidoarjo dan juga KRC (23), perumpuan asal Perum BFC Sekawan, Sidoarjo.

"Kalau dari tangan AP bb yang diamankan sebanyak dua klip paket ganja. Untuk KRC bbnya sempat disembunyikan pada kaleng kue untuk agar tidak ada orang yang curiga. Ada satu ganja dalam klip kecil, satu bungkus ganja dalam kemasan kue naxtar dan satu wadah kue Cheseecake yang ternyata berisi ganja," bebernya

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap para pelaku untuk mengungkap siapa bandar besar yang memasok barang kepada para pelaku ini.

"Mereka ada yang terancam pasal 111 ayat 1, hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dan ada yang terancam pasal 111 ayat 1 dan 112 ayat 2 dengan ancaman penjara minimal lima tahun penjara, maksimal 10 tahun penjara. Sampai saat ini terus kami kembangkan," pungkasnya