Kepala Disdikpora M Maskur berpakaian batik didampingi Kabid Ketenagakerjaan, Asin saat pers rilis soal kepala TK (foto: Agus Salam/ JatimTIMES)
Kepala Disdikpora M Maskur berpakaian batik didampingi Kabid Ketenagakerjaan, Asin saat pers rilis soal kepala TK (foto: Agus Salam/ JatimTIMES)

MALANGTIMES - Gonjang-ganjing kostum yang dikenakan TK Kartika V-68 pada pawai HUT Kemerdekaan RI ke 73, Sabtu kemarin, memakan korban. Hartatik Kepala TK di bawah binaan Kodim 0820 tersebut, akhirnya dipecat alias dicopot dari jabatannya.

Pencopotan tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat, Mochammad Maskur, Rabu (22/7) sekitar pukul 16.45 di kantornya. Hanya saja, M. Maskur yang sore itu didampingi Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan Asin, tidak menjelaskan penggantinya.

Mantan Camat Wonoasih ini mengaku belum berfikir pengganti Hartatik. Pihaknya masih akan berkoordinasi dengan yayasan yang mengelola TK Kartika V-68 yang berlokasi di areal Makodim 0820 tersebut.

“Belum. Kami belum berfikir ke sana. Kami akan berkoordinasi dengan yayasan. Jadi kami tidak bisa langsung menunjuk. Kami perlu meminta pertimbangan yayasan untuk mengangkat kepala TK yang baru,” tandasnya ke sejumlah wartawan.

Untuk mengisi kekosongan, pihaknya akan menunjuk Plt sampai ditetapkannya kepala TK. Hanya saja Maskur tidak menyebut nama Plt yang akan menggantikan Hartatik. Tindakan tegas dilakukan, lanjut Maskur, sebagai konsekuensi atas kelaliannya saat mengikuti pawai budaya dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 73.

“Keputusan tegas ini kami ambil, setelah yang bersangkutan kami panggil beberapa kali. Ya, keputusan ini sudah prosedural,” tandasnya.

Maskur menyebut, pihaknya sudah memintai keterangan Hartatik dan sudah dibuatkan berita acara dari hasil keterangan yang didapat dari yang bersangkutan. Menurut Maskur, Hartatik mengakui kelaliannya dan sudah meminta maaf.

“Yang bersangkutan mengaku tidak sengaja. Berarti kan lalai. Jadi secara kedinasan, Hartatik dilepas dari jabatannya sebagai kepala TK. Ia kami tarik ke kantor sini,” tambahnya.

Saat ditanya, apakah Hartatik akan selamanya berdinas di kantor Disdikpora dan tidak lagi menjadi kepala TK di TK lain di wilayahnya? M Sakur mengaku masih akan mendalami kelalaian yang dilakukan Hartatik. Untuk mengetahui, apakah kelalaiannya cukup berat atau ringan. Jika diketahui kelalaian berat, maka pihaknya akan memberi sanksi sesuai kelalaian yang telah dilakukan.

“Kami melihat dulu kelalaiannya. Makanya kami masih akan melanjutkan permasalahan ini,” tambahnya.

Pihaknya berharap, pasca pawai yang mengundang kecaman dari sejumlah kalangan, pihaknya tidak ingin, peristiwa serupa terjadi lagi pada kegiatan yang akan datang. Baik pada kegiatan TK, SD maupun SMP sederajat, terutama tentang kostum dan atribut lain saat ikut kegiatan. “Ya, cukup ini saja. Jangan sampai menular ke lembaga pendidikan yang lain,” pungkasnya saat pers rilis di depan sejumlah wartawan di kantornya, Jalan Basuki Rahmat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kostum yang dikenakan siswa TK Kartika V-69 pada pawai kemerdekaan RI ke 73, Sabtu kemarin menuai kecaman dan protes dari sejumlah kalangan dan masyarakat. Mereka menilai penggunaan pakaian serba hitam bercadar ditambah memanggul senjata laras panjang, tidak pantas dikenakan anak TK dan pawai budaya yang bertemakan budaya dan kesenian Indonesia. Tampilan itu dikecam karena dianggap menanamkan faham radikalisme terhadap anak usia dini.