1.237 Balita di Kota Batu Terkena Stunting, Dinkes Kota Batu Sebut Data Sudah Kadaluarsa

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan bantuan makanan tambahan balita di Balai Kota Among Tani, Selasa (21/8/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan bantuan makanan tambahan balita di Balai Kota Among Tani, Selasa (21/8/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Dari total 14.285 ribu balita di Kota Batu rupanya belum semuanya terhindar dari stunting (masalah kurang gizi kronis). Dari jumlah itu ada 1.237 balita mengidap stunting.

Sedangkan di Jawa Timur terdapat 2,1 persen balita terkena stunting. Ada 11 daerah yang jadi fokus utama dalam stunting ini yakni empat daerah di Madura, Jember, Kabupaten Malang, dan Bondowoso.

“Dan ke 11 kota dan kabupaten ini masih jadi fokus kami. Karena di sana itu jumlah anak yang terkena stunting banyak,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinisi Jatim Vitria Dewi.

Karena itu Dinas Kesehatan Jatim bersama Pemkot Batu mencanangkan gerakan masyarakat hidup sehat untuk menurunkan stunting. Yakni pencanangan gerakan ‘Menjamin Ibu Hamil Cukup Gizi Untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan Yang Berkualitas Agar Ibu Selamat, Bayi Sehat’ di Balai Kota Among Tani.

“Gerakan stunting fokus pada daerah karena sangat penting untuk generasi sehat, cerdas, dan berkualiatas dan mendidik,” katanya.

Jika 1000 hari pertama dari kehidupan dinyatakan selamat, anak akan sehat. Stunting sendiri dikarenakan beberapa faktor. Yakni karena lingkungan, sosial, ekonomi, dan pendidikan. “Hal itu bisa dihindari yakni dengan asupan gizi yang berkualitas akan dapat memenuhi kebutuhan dasar. Dengan mengkonsumsi sayur dan buah,” ungkap Vitria.

Selain belasan ibu hamil dan menyusui, pelajar mendapatkan bantuan makanan tambahan balita.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Drg Kartika Trisulandari mengatakan, data stunting itu merupakan data pada bulan Februari lalu. Karena sudah cukup lama, sehingga bulan Agustus ini bakal dilakukan bulan timbang.

“Data 1.237 pada bulan Februari lalu. Karena itu untuk mendapatkan data yang terbaru kita adakan bulan timbang Agustus ini,” ujar Kartika.

Kasus stunting di Kota Batu ini faktor utamanya karena pola asuh. Kurangnya pola asuh itu disebabkan pengetahuan yang kurang. 

"Untuk menurunkan angka tersebut Dinkes Kota Batu tentunya akan memberikan vitamin, kelas ibu hamil dan kita berusaha sosialisasikan tentang stunting ini. Melalui berbagai kegiatan,” jelasnya.

Sedang kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jatim Suprianto dan para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda).

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top