Berdasarkan Data, Vaksin Rubella Mampu Turunkan Campak Hampir 100 Persen

ilustrasi imunisasi rubella (Metrobali.com)-
ilustrasi imunisasi rubella (Metrobali.com)-

MALANGTIMES - Kampanye vaksin Measles Rubella (MR) sudah dilaksanakan di Jawa Timur sejak tahun 2017. Pasca dilakukan imunisasi secara massal, kasus campak dan rubella pun mengalami penurunan hampir 100 persen.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi menyampaikan, kasus klinis campak dan rubella sejak tahun 2015 hingga 2018 terus mengalami penurunan. 

Pada tahun 2015, jumlah kasus klinis campak sebanyak 2.145 kasus. Setelah diperiksa di laboratorium nasional (BBLK Surabaya) yang positif campak sebanyak 155 kasus dan positif rubela sebanyak 515 kasus. Kemudian di 2016, jumlah kasus klinis campak sebanyak 3.506 kasus dan setelah diperiksa di laboratorium nasional (BBLK Surabaya) yang positif campak sebanyak 893 kasus dan positif rubela sebanyak 293 kasus.

Sementara pada tahun 2017, jumlah kasus klinis campak sebanyak 3.816 kasus dan setelah diperiksa di laboratorium nasional (BBLK Surabaya) yang positif campak sebanyak 993 kasus dan positif rubela sebanyak 403 kasus. 

Kemudian pada tahun 2018 (sampai dengan minggu 30, 27 Juli 2018), jumlah kasus klinis campak sebanyak 194 kasus dan setelah diperiksa di laboratorium nasional (BBLK Surabaya) yang positif campak hanya sebanyak 7 kasus dan positif rubela hanya sebanyak 31 kasus.

"Penurunan kasus campak dan rubela pasca imunisasi kampanye MR sangat tajam, yaitu untuk kasus campak sebesar 99.25 persen, dan untuk kasus rubela sebesar 92.31 persen," katanya pada MalangTIMES, Selasa (21/8/2018).

Untuk mempertahankan keberhasilan pelaksanaan imunisasi kampanye MR tersebut, menurutnya harus dilanjutkan dengan pelaksanaan program secara rutin dengan pemberian imunisasi rutin kepada bayi (9-11 bulan) sebanyak satu kali. Kemudian imunisasi lanjutan kepada baduta (18-24 bulan) 1 kali dan anak usia sekolah dasar (SD/MI) kelas 1 sebanyak satu kali.

Dengan pelaksanaan imunisasi rutin dan lanjutan dengan capaian target cakupan yang memadai, pemerintah pun berharap cita-cita penurunan kasus penyakit campak dan rubela serendah mungkin (eliminasi). Selain itu, penghilangan (eradikasi) segera dapat terlaksana, seperti penyakit cacar (variola) yang telah hilang dari muka bumi sejak tahun 1976.

Menurutnya, pasca tersebarnya Surat Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur Nomor : 83/MUI/JTM/VIII/2018, tanggal 7 Agustus 2018, tentang Penundaan Pelaksanaan Imunisasi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menegaskan beberapa hal.

Pertama, jenis vaksin yang menjadi pokok bahasan antara MUI pusat dan Menteri Kesehatan RI adalah khusus vaksin MR. Sehingga, vaksin jenis lainnya tidak ada masalah dan tetap program imunisasi harus dilaksanakan sesuai jadwal rutin dan sasaran usia yang telah ditentukan.

Ke dua, konsekuensi logis dari penundaan pelaksanaan imunsasi MR bagi bayi dan Baduta di Jawa Timur akan membuka peluang memperbanyak jumlah bayi dan baduta serta Ibu yang peka atau rawan terkena penyakit campak maupun rubella.

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top