Ini Kata Gus Dur soal Vaksin Rubella Positif Mengandung Babi dan Organ Manusia

Kadinkes Kabupaten Malang Abdurrahman menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan resmi mengenai fatwa MUI. (Nana)
Kadinkes Kabupaten Malang Abdurrahman menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan resmi mengenai fatwa MUI. (Nana)

MALANGTIMES - Vaksin Measles Rubella (MR) positif mengandung babi dan organ manusia. Hal tersebut merupakan hasil penelitian dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) atas pemeriksaan awal terhadap kandungan vaksin MR.

Seperti diketahui, dua bahan vaksin yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) dan didistribusikan di Indonesia oleh Biofarma itu masuk dalam daftar yang diharamkan oleh Komisi Fatwa MUI. Temuan tersebut secara cepat ditindaklanjuti oleh MUI yang melakukan rapat pleno untuk mengambil sikap atas hal tersebut. Hasilnya, MUI mengeluarkan fatwa mengenai penggunaan vaksin MR produk SII untuk imunisasi,  tertanggal 20 Agustus 2018 dan bernomor 33 tahun 2018 (lihat grafis).

Meski haram, vaksin MR masih diperbolehkan (mubah) karena sitiasi yang mendesak atau darurat sampai ditenukan vaksin yang halal.

Dalam kesempatan berbeda,  Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Abdurrahman menyampaikan bahwa adanya fatwa MUI tersebut memang juga telah didengarnya. Tapi, secara institusi pemerintahan, Dinkes belum mendapatkan adanya surat resmi terkait hal tersebut. "Belum ada surat resmi dari Kementerian Kesehatan maupun Badan POM RI kepada pihak kami tentang hal tersebut," kata Abdurrahman, Selasa (21/8/2018) kepada MalangTIMES. 

Gus Dur -panggilan akrab kadinkes Kabupaten Malang- melanjutkan; pihaknya menunggu keputusan resmi dari Kemenkes RI sebagai pemilik wewenang untuk memutuskan hal tersebut. "Jadi, kami masih menunggu instruksi dan belum melakukan tindakan dengan adanya fatwa MUI tersebut," ujarnya. 

Seperti diketahui,  di Kabupaten Malang imunisasi MR telah dilakukan secara masal tahun 2017 lalu. Dinkes Kabupaten Malang menyasar seluruh sekolah yang ada di wilayah bumi Arema ini. Tercatat sekitar 605 siswa yang telah divaksin MR tersebut. 

Disinggung pemberian vaksin MR yang positif mengandung babi dan organ manusia tersebut,  tahun ini Gus Dur tetap belum bisa mengambil keputusan apa pun. Dirinya bahkan menunjukkan salah satu poin di fatwa MUI tersebut, yaitu di ketentuan pertama poin tiga. Dalam fatwa MUI di poin tersebut,  tertulis sebagai berikut. 

"3. Penggunaan baksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada saat ini dibolehkan (mubah) karena :
a.  Ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah) 
b.  Belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci
c. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.
"Jadi, ini yang kita acu dulu sebelum adanya keputusan resmi Kemenkes RI mengenai hal ini. Khususnya ada kondisi keperpaksaan dan belum adanya vaksin pengganti," pungkas Gus Dur. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top