Pertemuan antara Pemkot Malang dan perguruan tinggi di Balai Kota Malang, hari ini (20/8/2018). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Pertemuan antara Pemkot Malang dan perguruan tinggi di Balai Kota Malang, hari ini (20/8/2018). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyaluran program beasiswa bidik misi di banyak perguruan tinggi (PT) di Kota Malang dinilai belum maksimal. Pasalnya, sebagian besar beasiswa bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu itu malah disalurkan ke warga dari daerah luar Malang Raya.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam pertemuan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah tersebut. Pemkot berharap, banyaknya PTN dan PTS di Kota Malang berimbas pada banyaknya pelajar miskin di wilayah tersebut dapat melanjutkan kuliah dengan beasiswa. 

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Pertemuan yang digelar tertutup di ruang sidang Balai Kota Malang, hari ini (20/8/2018) itu dipimpin langsung oleh Plt Wali Kota Malang Sutiaji. Dia mengungkapkan, dalam dialog tersebut masing-masing pihak membuat daftar atau list bersama terkait masalah-masalah yang bisa dikerjasamakan. "Tadi saya sampaikan, di-list berkaitan dengan masalah yang ada. Misalnya beasiswa bidik misi, selama ini banyak dinikmati orang luar," terangnya.

Selain itu juga program-program pendampingan masyarakat baik dalam bentuk kuliah kerja nyata (KKN) atau kegiatan sejenis. Termasuk juga dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Pendampingan-pendampingan yang bisa dilakukan kampus. Intinya saya sampaikan, masyarakat ini bisa menjadi laboratoriumnya perguruan tinggi. Programnya tinggal diterjemahkan masing-masing," tegasnya.

Wali Kota Malang terpilih periode 2018-2023 itu menambahkan, nantinya hasil komunikasi dengan PT tersebut juga akan dibawa ke pertemuan tiga kepala daerah Malang Raya. Sehingga keberadaan kampus-kampus yang sebagian besar berada di wilayah Kota Malang tetap berkontribusi ke wilayah sekitar. "Nanti ketika ada pertemuan dengan para kepala daerah, ada MoU (perjanjian kerja sama) dengan para PT berkaitan dengan banyak masalah lah di Malang Raya," sebutnya.

Beberapa masalah lain juga dikemukakan. Misalnya soal pelaksanaan wisuda kelulusan mahasiswa. Biasanya, kampus-kampus menggelar acara pada akhir pekan atau Sabtu dan Minggu. Akibatnya ada tumpukan kendaraan di sekitar kampus yang berimbas pada kemacetan. "Kalau bisa, wisuda jangan Sabtu/Minggu," pinta Sutiaji.

Menurutnya, selain faktor kemacetan juga karena pertimbangan akomodasi bagi orang tua para mahasiswa. Mengingat, setiap akhir pekan hotel-hotel di Kota Malang rata-rata full booked. "Kalau bisa hari efektif, kan hotelnya relatif kosong. Sehingga lebih terjangkau, kedua tidak ada kemacetan," tegasnya.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Timur Sukowiyono mengungkapkan pertemuan dengan jajaran Pemkot Malang dan Forkopimda merupakan gayung bersambut dalam semangat saling mengisi. "Kami juga ingin berpartisipasi, jadi ini gayung bersambut. Kalau pemkot cari pakar apa saja, di Malang semua ada," tegasnya. 

Terkait soal beasiswa bidik misi, menurut Suko pihak kampus pun memberi tanggapan positif. "Bidik misi nanti diutamakan anak Kota Malang, jangan sampai tidak melanjutkan kuliah," tegas pria yang juga Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang itu. 

"Kami akan bantu apa yang dibutuhkan pemkot. Kalau desa binaan di luar kota banyak, nanti ke depan yang di kota diopeni (dirawat). Kalau dulu, cenderung program ke luar kota," tambahnya. Selain itu, pihak kampus juga memberi beberapa masukan misalnya soal pariwisata terintegrasi yang bisa diterapkan di Malang Raya.