Seorang santri tengah menghafal Al-Qur'an di bilik bekas kandang kambing PP Tahfidzul Quran Al Falah (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Seorang santri tengah menghafal Al-Qur'an di bilik bekas kandang kambing PP Tahfidzul Quran Al Falah (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)



Santri Penghafal Al Quran Tidur di Kandang Kambing  4

MALANGTIMES - Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Al Falah di Dusun Arjomulyo (Tanaka) RT 1 RW 3 Desa Bangelan Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang memiliki 23 orang santriwan dan santriwati.

Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Salah seorang santri berasal dari Semarang. Ia adalah Khoirul Umam. Setahun mondok, Irul mengaku mampu menghafal 30 juz.

Memutuskan hengkang dari kampung halaman, Irul mantap memilih ponpes di lereng Gunung Kawi itu sebagai tempat menuntut ilmu.

"Saya dari Semarang, ajak satu teman juga tinggal dan belajar di sini. Kurang lebih setahun. Ya tahunya dari teman lalu coba mondok di sini," terang pria berusia 28 tahun ini kepada MalangTIMES.

Baca Juga Video Ini Menceritakan Perjuangan Sang Kyai Mencetak Para Penghafal Al Quran di “Pesantren Kandang Kambing”

Melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran biasa dilakukan Irul di bawah pohon di belakang bangunan ponpes.

Selain itu, bilik kecil berukuran 2x1 meter bekas kandang kambing kerap ia gunakan untuk membaca Al Quran. Ruangan sempit itu diisi dengan poster ulama dan alas tidur tipis.

Di bilik itulah, Irul membuka Al Quran yang ia letakkan di meja kayu. "Ya sehari-hari tidur dan hafalan Al Quran di sini. Kalau bosan ya di bawah pohon," kata pria berkulit kuning langsat itu.

Di tengah keterbatasan bangunan ponpes dan hanya dalam waktu 12 bulan, dia mampu menghafal 114 surat dalam Al-Quran.

"Karena di sini oleh kyai aturannya adalah menyetor hafalan usai menunaikan salat lima waktu. Alhamdulillah kalau yang sudah hafal di atas lima juz atau sudah hafal semua maka wajib menyetor satu juz. Kalau yang hafalannya masih di bawah lima juz, maka setornya setengah juz saja," jelas dia. Cara inilah, kata Irul, yang membuat hafalan dia selalu terjaga.

Pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Al Falah, Kyai Agus Imam Bukhori menjelaskan kewajiban menyetor hafalan ini merupakan cara ia mendidik para santri agar cepat menghafal Al Quran.

"Saya terapkan sistem seperti itu agar hafalan mereka terjaga. Sebenarnya ini juga masih terbatas. Karena hanya saya seorang. Makanya gantian mereka menyimak hafalan masing-masing," terang Agus.

Kala itu, usai salat dhuhur para santri Ponpes Tahfidzul Quran Al Falah tidak langsung kembali. Mereka tetap berada di bangunan masjid ponpes. Di lantai dua, masing-masing santri melantunkan surat dalam Al Quran yang sudah mereka kuasai.

Para santriwati saat menyetorkan hafalan dan muraja'ah (mengulang hafalan) di masjid bersama Kyai Agus Imam Bukhori, Sabtu (11/8/2018) (Foto : Yogi Iqbal R/MalangTIMES)

Selang satu jam, kemudian santriwan dan santriwati saling menyimak hafalan masing-masing. Tidak seperti ponpes pada umumnya, mengapa laki-laki dan perempuan jutsru tidak dipisah?

"Karena keterbatasan bangunan. Tetapi di sini sejak awal saya sudah jelas menerapkan bahwa mereka adalah saudara. Tidak ada yang namanya kisah cinta mengingat usia mereka ini kan remaja. Rata-rata belasan dan awal 20-an. Saya bilang ustadz tidak akan ridha kalau ada yang saling menyukai di ponpes ini," tegas pria asal Kromengan Kabupaten Malang itu.

Di ponpes itu pula, Agus melarang santri bersentuhan dengan teknologi. Tidak ada handphone. Pun tak ada layanan internet. Hiburan mereka adalah televisi buntut berukuran kecil. "Itupun jarang sekali mereka melihat televisi. Paling yang lihat ya santri yang masih SD," kata dia.

Hiburan lain bagi puluhan santri itu adalah bercengkrama di bilik bekas kandang kambing. Mereka sediakan ruangan dengan luas 3x1 meter untuk sekadar melepas penat dan bertukar cerita. Libur bagi mereka adalah sementara waktu rehat sejenak dari rutinitas menghafal Al Quran.

"Ada waktu libur hari Kamis sore dan Jumat pagi saja, ya mereka gunakan macam-macam ada yang sepakbola, ada yang bermain-main di pelataran ponpes," tukas Agus. (*)

 

End of content

No more pages to load