Kalapas Lowokwaru, Farid Junaedi saat ditemui di Lapas Lowokwaru (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kalapas Lowokwaru, Farid Junaedi saat ditemui di Lapas Lowokwaru (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 73 nampaknya membawa berkah tersendiri bagi para narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas ) Lowokwaru, Malang. Para warga binaan tersebut akan mendapatkan  remisi yang akan diberikan tepat di Hari Kemerdekaan Indonesia.

Kalapas Lowokwaru, Farid Junaedi mengungkapkan, bahwa pemberian remisi ini menunjukkan bahwa negara hadir dan peduli terhadap para narapidana dengan memberikan pengurangan hukuman.

Dari total narapidana sebanyak 2.833 orang, tidak semuanya diberikan remisi. Hanya 1.325 narapidana yang diusulkan untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan tersebut. "Tentunya Remisi ini berkaitan dengan momen kemerdekaan. Dari 1325 tersebut, dikelompokkan lagi, mereka yang mendapatkan Remisi Umum (RU) I sebanyak 1259 orang, sedangkan yang mendapatkan RU II 15 orang dan Remisi Pidana Khusus sebanyak 51 orang," jelasnya (16/8/2018).

Lanjutnya, dijelaskan Farid lebih detail, untuk RU I,  kembali dibagi menjadi enam kategori. Remisi pengurangan hukuman satu bulan diberikan kepada 428 narapidana. Remisi dua bulan diberikan kepada 366 narapidana, Remisi tiga bulan diberikam kepada 187 warga binaan, Remisi empat bulan diberikan kepada 130 narapidana, Remisi lima bulan diberikN kepada 61 narapidana dan Remisi enam bulan diberikan kepada 87 narapidana.

Lanjutnya, untuk RU II merupakan Remisi bebas langsung, pengurangan satu bulan diberikan kepada 11 narapidana, dua bulam diberikan kepada satu narapidana dan tiga bulan diberikan kepada tiga narapidana.

"Untuk remisi sesuai PP 99/2012 ini, diberikan kepada napi khusus seperti napi narkotika, korupsi dan teroris. Ada 35 narapidana selama satu bulan, dua bulan diberikan kepada lima narapidana, tiga bulan pada delapan narapidana, empat bulan diberikan kepada dua narapidana dan lima bulan diberikan pada satu narapidana," jelasnya

Namun sebelum mendapatkan Remisi itu, para narapidana diajak untuk melakukan Salawatan terlebih dulu. Tujuannya, hal tersebut merupakan ungkapan rasa syukur atas semua pemberian yang maha kuasa.

"Mereka nanti, diwajibkan memakai baju putih saat bersalawatan. Sementara untuk yang beragama lain, berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Setelah selesai Salawatan, baru nanti kami berikan Remisi secara simbolis," jelasnya.

Terakhir ia mengharapkan, dengan adanya remisi yang diberikan oleh negara ini bisa membuat para narapidana berkelakuan lebih baik lagi kedepannya