Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi optimistis pendapatan pajak daerah tahun 2018 bisa tercapai. (Nana)
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi optimistis pendapatan pajak daerah tahun 2018 bisa tercapai. (Nana)

MALANGTIMES - Di tengah desakan untuk mengoptimalkan berbagai sumber daya yang ada dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari berbagai kalangan,  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang menorehkan hasil memuaskan pada minggu kedua Agustus 2018.

Tercatat, realisasi pendapatan pajak daerah per tanggal 10 Agustus 2018 telah membukukan 76,86 persen. Total nominal Rp 157,616 miliar dari 11 item pajak daerah yang dikelola oleh Bapenda Kabupaten Malang. Sedangkan target pendapatan seluruh pajak daerah yang harus terkumpul sampai akhir tahun 2018 sebesar Rp 205,066 miliar. 

"Kami sudah ada di persentase itu. Ada empat bulan ke depan yang masih bisa kami optimalkan di beberapa pajak yang belum maksimal," kata Purnadi, kepala Bapenda Kabupaten Malang, Kamis (16/8/2018) kepada MalangTIMES. 

Rata-rata realisasi pajak daerah yang berjumlah 11 item tersebut di kisaran 12,5 persen sampai 83 persen. Bahkan ada yang melebihi dari target yang ditetapkan sampai Agustus 2018 ini. Yaitu dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang membukukan 128,35 persen atau sebanyak Rp 64,172 miliar dari target Rp 50 miliar di tahun 2018 ini. 

BPHTB merupakan salah satu pajak daerah penyumbang terbesar di semester pertama. Walaupun, menurut Purnadi. secara target pendapatan masih di bawah pajak penerangan jalan yang dipatok Rp 69 miliar.  "Ada tiga terbesar penyumbang PAD di pajak daerah. Salah satunya BPHTB yang sudah melampaui target. Kedua pajak penerangan jalan dan ketiga pajak bumi bangunan (PBB)," ungkap Purnadi. 

Untuk pajak penerangan jalan,  realisasi masih di angka 64,82 persen dengan nominal tercatat Rp 44,723 miliar. Tentunya akan semakin meningkat setiap bulannya karena pajak ini dibayarkan setiap bulan oleh masyarakat saat membayar tagihan listrik. 

Sedangkan di peringkat kedua terbesar pajak daerah secara target tetap berada di pundak PBB perdesaan dan perkotaan. Dengan target Rp 63,8 miliar, realisasi yang tercatat sudah sebesar Rp 32,933 miliar atau 51,62 persen. 

Pendapatan PBB masih terbilang yang terkecil secara persentase dari tiga item penyumbang terbesar pajak daerah. Hal ini, menurut Purnadi, dikarenakan masyarakat masih banyak yang membayar di akhir jatuh tempo. Yaitu di akhir bulan Agustus yang akan berakhir sekitar tiga pekan ke depan. 

"Biasanya saat akhir masyarakat banyak yang bayar. Kami yakin nanti bisa tercapai target yang di PBB ini," ujar mantan kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang ini. 

Di pos retribusi daerah,  capaian Bapenda Kabupaten Malang sampai 10 Agustus sudah mencapai 56,54 persen. Dari target Rp 35,547 miliar, sudah terealisasi Rp 20,095 miliar. 

"Jadi, kami optimistis semua target pajak dan retribusi bisa tercapai sampai akhir tahun. Bahkan kami optimistis bisa melampauinya seperti tahun lalu," pungkas Purnadi. (*)