Pemimpin Sekte Kerajaan Ubur-Ubur Aisyah Intan (foto via YouTube)
Pemimpin Sekte Kerajaan Ubur-Ubur Aisyah Intan (foto via YouTube)

MALANGTIMES - Masyarakat Indonesia dibuat geger oleh munculnya sekte dengan nama Kerajaan Ubur-Ubur. Sekte ini berdiri di Lingkungan Tower Indah Sayabulu RT 02/RW 07, Serang, Banten.

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Jumlah pengikut sekitar 12 orang. Pengikut mayoritas berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pemimpin sekte Kerajaan Ubur-Ubur adalah Aisyah Tusalanah Baiduri Intan. Ia menyebut diri sebagai titisan Nyi Roro Kidul. 

Ajaran Aisyah terang-terangan disebarluaskan melalui media sosial. Dalam video berdurasi 25 menit, Aisyah menjelaskan siapa dirinya dan mengapa ia mendirikan Kerajaan Ubur-Ubur.

Dalam video itu, Aisyah menyebut-nyebut perihal Presiden RI Joko Widodo. Video dibuat pada tanggal 20 Juni 2018. Berikut video yang buat geger jagad media sosial itu.



"Tuhan memberi petunjuk kepadaku untuk disampaikan kepada pemerintah. Kepada Bapak Jokowi yang terhormat Assalammu'alaikum, jadilah satrio piningit yang sejati. Jangan menjadi seperti pemerintah masa lalu yang mengorbankan rakyat dan mengorbankan yang lain," pesan dia. 

Aisyah pun melanjutkan bahwa ia tidak akan memilih pemimpin lain selain Jokowi. "Kenapa yang aku tuju adalah Bapak Jokowi karena memang engkau yang sudah mengirim utusan kepadaku dan iya. Karena kalau jajaran yang lain bagiku walaupun kalian juga punya kuasa. Yang terpenting bagiku adalah yang sudah melakukan perjanjian dengan Ibu. Yang memang sudah dipilih oleh Tuhan menunggu kedatangan Ibu," lanjut dia.

Mengenakan busana kaus, Aisyah dengan cepat menjelaskan perihal dokumen-dokumen yang merujuk dirinya diutus sebagai rasul. Video ini diunggah oleh banyak akun di YouTube termasuk akun Media Sulsel. Dalam judulnya, channel tersebut menyebut "Pesan Ngawur dari Ratu Ubur-Ubur".

Sekte Kerajaan Ubur-Ubur dituding sebagai ajaran sesat. Dalam ajaran mereka, Nabi Muhammad SAW sebenarnya adalah perempuan dan lahir di Indonesia.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Ajaran ini meyakini bahwa Allah tidak kekal dan mempunyai makam petilasan di Serang, Banten. Kakbah bagi Kerajaan Ubur-Ubur bukanlah kiblat beribadah tetapi pemujaan terhadap berhala. Batu Hajar Aswad menurut mereka simbolisasi alat kelamin perempuan. 

Lebih lanjut, Kapolres Kota Serang AKBP Komarudin pada awak media menjelaskan bahwa saat ini kasus sekte Kerajaan Ubur-Ubur tengah didalami. Polisi melakukan pengeledahan di rumah pemimpin mereka. Hasilnya, diamankan beberapa barang bukti seperti tafsir Al-Quran, struktur organisasi, dan dokumen lain yang berhubungan dengan sekte tersebut. 

Selain pihak kepolisian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang sudah melakukan upaya mediasi. "Kesimpulan kami, dia bukan Islam. Dia menyebarkan atas nama Alquran ini sudah meresahkan. Kalau seperti itu, Islam sudah ternodai," ucap Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin pada Senin (13/8/2018) sebagaimana dikutip dari Suara.com. (*)