Kajari Kota Malang Amran Lakoni SH MH (Doc MalangTIMES)
Kajari Kota Malang Amran Lakoni SH MH (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus penjualan aset tanah di Jalan Brigjen Slamet Riadi, Oro-Oro Dowo, Klojen, Kota Malang, tetap berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi kendati telah menetapkan satu pelaku.

Ada sembilan saksi yang dipanggil dalam dua hari pemeriksaan. Senin 13 Agustus 2018 ada empat saksi dan Selasa 14 Agustus 2018 ada lima orang saksi.

Namun, agenda pemeriksaan tersebut sedikit terhambat. Pasalnya, beberapa saksi mangkir atau tidak hadir pada pemeriksaan tersebut dengan berbagai alasan.

Seperti pada jadwal pemeriksaan Senin (13/8/2018), para saksi berasal dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tetapi, dari empat saksi yang dipanggil, hanya dua yang hadir.

Kemudian, Selasa (14/8/2018), lima saksi yang diperiksa dari unsur Pemkot Malang. Namun hanya dua yang menghadiri panggilan pemeriksaan tersebut. Sementara tiga lainnya tidak hadir karena alasan masih terdapat kegiatan penting dan juga masih ada satu orang yang menunaikan Haji.

Dari informasi yang didapat, bahkan rencananya, hari ini (15/8/2018), ada pemeriksaan lagi dari unsur pemkot. Yakni sekretaris daerah (sekda) Kota Malamg.

Kajari Kota Malang Amran Lakoni melalui Kasi Pidsus Rakhmad Wahyu mengungkapkan, saksi yang diperiksa terkait kasus penjualan aset itu jika ditotal dengan pemeriksan sebelumnya dan yang akan datang berjumlah 30 orang. Diharapkan ada progres atau perkembangan baru, apakah terdapat tersangka baru atau tidak.

Kasi pidsus mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain. Namun saat ini, kejari masih memfokuskan pemeriksaan saksi untuk tersangka Leonardo.

"Akan kami usut sampai tuntas oknum-oknum yang bermain. Kami harapkan semua saksi yang akan dipanggil bersikap kooperatif. Pasalnya, saksi-saksi sebelumnya juga bersifat kooperatif," tandasnya.

Sebelumnya, Kejari Kota Malang menetapkan Leonardo Wiebowo Soegio MBA (31), warga Jl Buring No 45, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sebagai tersangka pada Selasa (31/7/2018) terkait penjualan aset tanah Pemkot Malang seluas 346 meter di Jl Brigjen Slamet Riyadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo. Pasca-ditetapkan menjadi tersangka, Leonardo langsung dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya. 

Leonardo sendiri merupakan seseorang yang mendapat kuasa untuk menjualkan sertifikat 1607 seluas 274 m2 di Jl Brigjen Slamet Riadi No 129 dari Yohanes Susilo Agung. Yohanes adalah orang yang diklaim sebagai pemilik tanah yang saat ini sedang menjadi sengketa itu. (*)