Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti saat hadir sebagai keynote speaker pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti saat hadir sebagai keynote speaker pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti kembali berkunjung ke Kota Malang. Kali ini, perempuan yang dikenal dengan gaya nyentriknya itu didapuk sebagai keynote speaker dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang.

Dalam kesempatan ini, Susi kembali menarik perhatian publik. Mengenakan baju berwarna pink dipadukan dengan bawahan hitam serta selendang batik cerah, Susi tampak begitu segar dan menawan. 

Raut wajah sumringah ibu dua anak ini kembali menawan mahasiswa yang sejak Selasa (14/8/2018) pagi menanti kehadirannya. Penampilan Susi pun semakin energik dengan dandanan natural dan rambut yang dikuncir ke atas.

Penampilan Susi kali ini memang sedikit lebih feminin dibandingkan hari biasanya. Tak banyak mengenakan aksesori, pengusaha yang bergerak dalam bidang transportasi udara dan perikanan itu tetap menawan dan energik. 

Baju pink nan segar Susi dipadukan dengan belt serta kain batik yang disampirkan di lengan kirinya. Sementara line skirt berwarna hitam berendanya membuat penampilan Susi semakin trendi dengan penambahan high heels.

Tak sekadar menawan dengan penampilannya yang lebih muda. Dalam kesempatan itu, Susi juga menyampaikan sisi strategis kelautan NKRI. "Luar biasa," sapa Susi dalam pembukaan kuliah tamunya dan disambut riuh oleh ribuan mahasiswa yang memenuhi area Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang.

Dia menyampaikan, Indonesia dapat menjadi negara yang dihormati, disegani, dan membuat kagum dunia. Namun semangat saja tidak cukup karena perlu kerja keras untuk memenangkan kompetisi global. Dia pun menegaskan jika Indonesia harus mendominasi Asia Tenggara. "Bukan menguasai negara lain, tapi perekonomian kita kuat dan dapat mengarahkan sekeliling kita," katanya.

Menurut Susi, visi misi poros maritim dunia yang dicanangkan presiden dan menjadikan laut masa depan bangsa itu memang sudah seharusnya. Bangsa Indonesia harus sejahtera dan kuat karena kemaritimannya. Sebab, 71 persen wialyah NKRI adalah lautan dan 29 persen adalah daratan. 

"Kita harus sejahtera lebih nanyak dari laut. Pembangunan juga harus dimulai dari laut karena daratan kita semakin sempit," tandasnya. (*)