Barang bukti yang berhasil disita dari tersangka. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Barang bukti yang berhasil disita dari tersangka. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Narkoba di Kota Malang tampaknya masih tinggi menjerat berbagai kalangan masyarakat. Termasuk di wilayah Sukun. Itu terbukti dengan ditangkapnya budak sabu sekaligus pengedar oleh tim Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Malang Kota.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Saat diamankan, petugas mendapati barang bukti dengan total seberat 57,96 gram yang disimpan pelaku bernama Toni  alias TT (37), warga Jalan Kolonel  Sugiono, Kota Malang, itu. Toni dicokok di kediamannya saat sedang bersantai menyaksikan televisi.

Dari Toni, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,36 gram yang dikemas dalam paket kecil yang disembunyikan pelaku di lipatan buku. Selanjutnya petugas melakukan interogasi terhadap Toni terkait di mana dia mendapatkan barang haram tersebut. Toni menyebut seseorang warga Pakisasji, Kabupaten Malang, bernama Dodong alias LW (32).

Tak menunggu lama, petugas langsung bergerak menangkap  LW di kediamannya. Saat digeledah, petugas menemukan beberapa paket sabu yang dikemas dalam klip kecil dengan total seberat 57,60 gram.

Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat mengungkapkan, penangkapan tersebut lagi-lagi merupakan partisipasi masyarakat yang menginfromasikan dan merasa curiga di kawasannya terjadi peredaran narkoba. "Setelah kami selidiki, kami dalami berdasar informasi-informasi, kami lakukan penggrebekan, dan memang benar digangan para pelaku ditemukan BB sabu-sabu," ucapnya.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Namun, untuk pengembangan lebih lanjut, polisi masih kesulitan mendeteksi siapa pemasok pertama sabu tersebut kepada LW. Namun belakangan, polisj telah berhasil mengetahui identitas pemasok barang kepada LW. "Satu orang pemasok barang kepada LW saat ini masih daftar pencarian orang (DPO). Tentu kami akan kejar terus," tandas Syamsul.

Sementara itu, akibat perbuatannya, tersangka Toni terancam Pasal 112 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman menikmati dinginnya sel selama 4 tahun penjara. Sedangkan Dodong sebagai pengedar terancam Pasal 114 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman satu tahun lebih lama dari Toni, yakni selama 5 tahun penjara. (*)