Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

MALANGTIMES - Selalu ada yang unik di dunia ini. Hal-hal yang tersembunyi dari mata dan jauh dari hiruk-pikuk kesibukan manusia perkotaan. Di lebatnya hutan yang tak tersentuh peradaban. Seperti yang terjadi di salah satu hutan di wilayah Afrika. 

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Seks untuk mempertahankan keturunan dari kepunahan adalah salah satu yang tak terlihat mata peradaban di wilayah tersebut.  Saat mata teknologi meneropongnya, maka ribuan orang terngangga heran,  sebagian geleng-geleng kepala, dan lainnya menjadikan lelucon. 

Pasalnya,  aktivitas seks yang direkam dan disebarluaskan oleh National Geographic itu bagi kebanyakan manusia memang terbilang nyeleneh,  unik,  dan ekstrem. Bayangkan,  satu betina dengan tenangnya menyediakan diri untuk melayani puluhan pejantan yang akan memberikannya telur dalam satu waktu. Satu betina mengawini puluhan pejantan atau poliandri dengan tujuan menjaga keturunannya dari kepunahan. 

 Phillip Byrne, ahli ekologi dari University of Wollongong di Australia,  menyatakan bahwa hubungan poliandri yang terjadi tersebut mampu mempertahankan keturunan sebanyak 20 persen. Dibandingkan dengan sang betina yang  hanya mengawini satu pasangan saja. 

Sontak saja warganet berkomentar dengan segala keheranan dan leluconnya dengan aksi seks katak betina pohon grey-nest yang berhubungan dengan puluhan pejantan. Dengan sabarnya, para pejantan menunggu secara tertib gilirannya untuk memberikan telurnya kepada di betina. 

"Semisal dia punya anak. Pasti anaknya bingung siapa bapaknya. Wong ibunya kawin langsung dengan banyak pejantan. Kamu jangan gitu sayang @andikayudha13," tulis @strninovelita. 

Persetubuhan katak pohon grey-nest terbilang paling ekstrem dalam dunia hewan vertibrata. Dikutip dari National Geographic,  ritual seks katak betina yang direkam di hutan Afrika biasanya dilakukan di sebuah kolam dan kubangan. Katak jantan berkumpul di tepi genangan, sementara betina di kolam menyerap air melalui kulit. 

Saat si betina menuju cabang tanaman, katak jantan naik ke punggungnya dan merangsangnya agar bertelur. Sepasang katak tersebut memanjat ke lokasi bersarang tempat sang betina mengeluarkan cairan. Mengocoknya hingga berbusa, lalu memasukkan telurnya.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

Saat bersamaan,  pejantan lain sekitar 20 ekor berbaris di samping sang betina. Kaki belakang para pejantan yang antre tenang menyepak-nyepak untuk membuat sarang busa yang besar. Sebelum para katak jantan ini meletakkan spermanya.

"Owmaaakkk gangbang best... kasian babak belur kitik bitini nyiii" tulis @dmairiatto. Akun lainnya pun menyatakan hal sama dengan gaya seks katak pohon grey-nest ini. 

@topekopek menulis :"Gangbang Cuk haha... ". Sedangkan dengan berkelakar @aritulwanda_awaw berkomentar :" Salome, ". Kepanjangan satu lubang rame-rame. 

Walau ritual seks berjamaah sang katak melibatkan puluhan pejantan dan waktu berjam-jam, Byrne menuliskan bahwa persetubuhan tersebut berjalan dengan tenang. “Karena betinanya membiarkan banyak pejantan membuahi telur, semua pun tenteram.” tulisnya. 

Pesta seks katak tersebut direspons juga dengan komentar satir nan lucu. Respons yang mencoba mem-personifikasi-kan kelakuan poliandri sang katak betina dengan manusia. Seperti yang ditulis oleh @achristia23_ ;"Berarti cewek kalo cowoknya  banyak,  dia sama kayak katak ini wkwk... " tulisnya. 

Atau dari akun moeliadineyeux yang menulis :"Apa gak kena HIV kodoknya?" (*)