Kuasa Hukum Leonardo, Wahab Adhinegoro SH, MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kuasa Hukum Leonardo, Wahab Adhinegoro SH, MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Secara mendadak tersangka kasus penjualan aset Pemkot Malang, Leonardo Wiebowo Soegio MBA (31) mencabut gugatannya.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Warga Jl Buring No 45 , Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini sebelumnya telah dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.

Karena ditetapkan tersangka ia memilih menggugat Pemkot Malang karena tidak sesuai prosedur.

Yang bersangkutan ditetapkan tersangka terkait kasus penjualan tanah aset milik Pemkot di Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Namun belakangan, Edo menyampaikan kepada kuasa hukumnya agar mencabut gugatan untuk Pemkot Malang yang ia layangkan ke Kejari Kota Malang.

Pencabutan gugatan perdata tersebut, tak pelak membuat kuasa hukum Leonardo, Wahab Adhinegoro SH MH ikut terheran-heran.

Betapa tidak, sebelumnya, Edo, sapaan akrab Leonardo masih berada didalam jeruji besi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya.

Ia masih tetap berkomitment untuk tetap melanjutkan gugatan secara perdata tersebut.

"Sebelumnya memang masih ingin tetap melanjutkan gugatan perdata tersebut, namun, tiba-tiba saja Edo bilang untuk memcabut gugatan itu, termasuk pihak keluarganya juga datang ke.sini," jelasnya, Senin (13/8/2018).

Terhadap keputusan tersebut, Wahab menilai ada kejanggalan sebab awalnya ia berkomitmen maju, namun tiba-tiba saja berubah pikiran.

"Pastinya ada yang menakut-nakuti, tapi saya nggak tahu siapa itu. Dan pencabutan tersebut rencananya akan kami sampaiakn besok (13/8/2018) bersamaan sidang mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Kots Malang," ungkapnya.

Selain itu, hal yang kembali membuat janggal adalah Edo juga membatalkan mengajukan pra peradilan kasus ini.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Padahal sebelumnya, dia juga mau untuk melalukan pra peradilan. Bahkan, berkasnya pun telah selesai disiapkan kuasa hukumnya.

"Ya dua harian setelah penahanannya, kami akan mengajukan pra peralidan, namun lagi-lagi Edo tidak mau. Padahal dua hal tadi ( pra peradilan dan gugatan) adalah untuk kepentingan Leonardo sendiri. Saya juga sudah sampaikan kepada keluarganya, ini untuk kepentingannya. Kalau ini dicabut, berarti ini malah untuk kepentingan oknum lain, yan berkepentingan," terang Wahab ditemui di kantornya, Senin (13/8/2018).

Wahab menilai keputusan membatalkan dan mencabut dua hal tadi pastinya ada yang menakut-nakuti karena ada kepentingan.

Sementara itu, terkait gugatan ke Pemkot, Wahab yakin Pemkot memang tidak punya bukti kuat kepemilikan aset tersebut.

Berdasarkan pengalamannya saat menggurus tanah di kawasan Jalan Raya Langsep, tidak bisa diprotes karena tanah dikatakan merupakan milik Pemkot Malang.

Setelah itu, Wahab kemudian melakukan pengecekan ke Pemkot Malang, dan pihak Pemkot mengatakan bahwa itu merupakan aset Pemkot.

"Terus saya suruh buat surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) kalau tanah di Langsep itu milik Pemkot.  Namun sekian lama nggak dibuat-buat, Pemkot nggak berani bikin," paparnya.

Kemudian melihat hal itu, Wahab kembali ke Pemkot untuk memberikan jawaban, sampai akhirnya Pemoot menyebut bahwa tanah tersebut merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan tidak diperuntukan untuk permukiman.

"Saya suruh buat surat lagi kalau itu RTH, namun nggak bikin lagi, setelah itu bersama BPN dan Dinas PU dan lainnya melakukan pengecekan, dan ternyata untuk pemukiman," pungkas Wahab.