Mahfud MD Berjiwa Besar, Banyak Kalangan Tidak Terima dan Lemparkan Ultimatum

Aug 13, 2018 16:34
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

MALANGTIMES - Usai sudah tanda tanya masyarakat terhadap calon yang nantinya akan bertarung dalam Pilihan Presiden (Pilpres)  2019. Tapi, tidak dengan riaknya di dalam masyarakat. Khususnya mengenai terlemparnya Mahfud MD sebagai bakal Cawapres Jokowi. 

Seperti diketahui, Jokowi akhirnya memutuskan untuk didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin. Hal ini diungkap Jokowi dalam konferensi pers usai bertemu ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik pendukungnya di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis (9/8/2018) lalu. 

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Riak tidak terimanya masyarakat atas pilihan tersebut, terutama di media sosial (medsos) terbilang ramai. Bahkan di group WA, Forum Masyarakat Madura Peduli NU dan NKRI secara tegas dan keras menyuarakan ketidakpuasannya tersebut. 

Dilansir dari beberapa laman media sosial serta pesan berantai group WA, Forum Masyarakat Madura Peduli NU dan NKRI melalui koordinatornya, Abdul Muis Ali, menyampaikan semacam petisi dengan perlakuan beberapa pihak yang terkesan menyudutkan Mahfud MD. Mereka menuntut  PBNU mengklarifikasi pernyataan yang menyebut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD tidak pernyah menjadi aktivis NU.

“Pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk meminta maaf dan mengklarifikasi pada masyarakat NU Madura, karena bagi kami Pak Mahfud adalah tokoh NU Madura, yang saat ini masih menjabat sebagai Penasehat ISNU,” kata Ali seperti dilansir publiknews.com. 

Selain hal tersebut, adanya perlakuan yang membuat Mahfud jauh hari mengurus berbagai administrasi persyaratan untuk pencalonan bakal wapres mendampingi Jokowi. Sampai menjahit pakaian seragam yang tentunya melalui permintaan Mensesneg, Pratikto, dan pasti perintah Presiden Jokowi. Membuat Forum Masyarakat Madura Peduli NU dan NKRI merasa tokoh panutan dan kebanggaan masyarakat Madura dilecehkan. 

Maka, secara keras mereka pun memberikan ultimatum. 

"Jika tuntutan kami tidak ditanggapi serius bahkan direndahkan oleh pihak-pihak terkait, maka kami sebagai kaum Madura menolak dan memboikot Pilpres 2019," tulis Forum Masyarakat Madura Peduli NU dan NKRI,  seperti yang beredar di group WA,  belakangan hari ini. 

Reaksi serupa dilontarkan oleh selebritas tanah air Tompi, melalui cuitannya di Twitter. 

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

"Salam hormat saya pak. Mrk dan kami semua terlanjur jatuh hati dengan pak @mohmahfudmd, mhn diarahkan agar tdk salah mengerti. Sy pribadi susah bs maklum setelah membaca penjelasan bapak yg lalu. Mari tetap berjuang dengan cara lain," tulis Tompi yang memiliki akun @dr_tompi. 

Banyaknya reaksi terhadap persoalan tersebut, akhirnya membuat Mahfud MD angkat bicara melalui akun twitternya. Mahfud menjawab kegelisahan Tompi,  seperti di bawah ini. 

"Pro @dr_tompi benar sy sdh legowo, semua sdh berlalu sbg realitas politik. Tp reaksi masyarakat yg menganggap sy didzalimi semakin meluas: ada yg menangis, ada yg memobilissi perubahan pilihan politik dgn marah. Jadinya, Minggu depan akan sy jelaskan kronologinya agar tak kisruh."

Bahkan, dari cuitan politisi PSI Guntur Romli yang mengungkap perasaan Mahfud sebenarnya, saat Jokowi mengumumkan pendampingnya di Pilpres 2019, Mahfud bertepuk tangan dan legowo dengan keputusan tersebut. 

"Menemani Prof @mohmahfudmd menyimak pengumuman cawapres @jokowi disebut nama KH Ma'ruf Amien sbg Cawapres (Rais Aam PBNU/Ketua Umum MUI)" Prof Mahfud bertepuk tangan & berkomentar.  "Ini yg terbaik bagi bangsa ini" Prof Mahfud berjiwa besar," cuitnya.

Mahfud MD menyadari bahwa banyak yang kecewa dengan keputusan Jokowi terhadap dirinya. Ia pun sudah menjelaskan hal tersebut baik di hadapan media maupun di dunia maya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Mahfud MDPilpres 2019Cawapres Jokowi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru