Petugas UPT PMK Kota Malang tengah berusaha menjinakkan api dalam peristiwa kebakaran di Jalan Ciliwung Kota Malang. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)
Petugas UPT PMK Kota Malang tengah berusaha menjinakkan api dalam peristiwa kebakaran di Jalan Ciliwung Kota Malang. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kebakaran menimpa rumah milik Salbinah, warga Jalan Ciliwung Nomor 35 RT 12/RW 7 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Minggu (12/8/18) sekitar pukul 21.29 WIB, dapur sekaligus gudang miliknya hangus terbakar. Meski nihil korban jiwa, pemilik rumah pun shock atas kejadian itu. 

Menurut Dian (24), anak perempuan Salbinah, kejadian tersebut bermula saat ibunya memasak air menggunakan tungku perapian. Saat selesai masak, Salbinah lupa mematikan bara api kemudian beristirahat di kamar. Tak ayal api langsung menyambar kayu dan menjilati dinding dapur yang terbuat dari tripleks.

Saat menyadari dapurnya terbakar, Tosa Hardiono (40) -suami Dian- berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar warga dan dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran (PMK). Warga pun sempat berupaya memadamkan api dengan alat-alat seadanya. Sayangnya, api telanjur membesar dan melalap sebagian bangunan rumah.

Sebanyak 30 personel dan enam unit mobil damkar diturunkan untuk menjinakkan api. Si jago merah berhasil dipadamkan setelah diguyur sekitar 4 ribu liter air selama 20 menit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J. Hartono mengungkapkan, area yang terbakar sekitar 4 x 10 meter persegi. Yakni bagian bangunan yang difungsikan sebagai dapur dan gudang berisi barang-barang bekas. "Api cepat sekali membesar karena terbuat dari tripleks dan tipis sekali. Beruntung api tidak menjalar ke rumah sebelah " ungkap dia.

Pukul 21.45 WIB api sudah dapat dikuasai. Meski nihil korban jiwa dan luka bakar, Salbinah terpaksa kehilangan dapur beserta isinya. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang diderita mencapai Rp 40 juta. "Selain dapur yang hangus, turut pula terbakar 2 ekor ayam kate,1 ayam jago piaraan Tosa dan tempat tidur. Total kerugian Rp 40.350.000," ulas mantan kadis pasar ini. 

Kejadian kebakaran ini tengah diselidiki oleh tim lnafis kepolisian. Salbinah pun sempat dimintai keterangan kendati terlihat shock akibat kejadian ini. Perempuan 64 tahun itu hanya bisa terpaku memandang dapurnya yang luluh Iantak jadi abu. 

Kejadian tersebut merupakan kejadian kebakaran keempat di Kota Malang selama bulan Agustus ini. Tampaknya di musim kemarau, potensi kebakaran kian mengganas. "Kami terus mengimbau warga agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran. Apalagi sekarang musim kemarau masih berlangsung," pungkas Hartono. (*)