Penjaga Gawang Borneo FC, Nadeo Arga Winata mengakui dirinya mendapat tekanan keras dari puluhan ribu suporter Aremania. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Penjaga Gawang Borneo FC, Nadeo Arga Winata mengakui dirinya mendapat tekanan keras dari puluhan ribu suporter Aremania. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Laga Arema FC kontra Borneo FC yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (11/8/2018) kemarin, bisa dibilang pertandingan dengan tensi tinggi. 

Baca Juga : Jebolan Persema Punya Target Jalani Musim Kedua di Liga 1 Bersama Arema FC

Pasalnya, sebanyak 23.157 pasang mata yang didominasi dari Aremania hadir memadati stadion yang mengakibatkan atmosfer pertandingan semakin panas.

Hadirnya suporter Aremania yang terus memberikan mendukung kepada tim Arema itu, menjadi tekanan dari pemain tim lawan. 

Hal itu ditegaskan, penjaga Gawang Borneo FC, Nadeo Arga Winata bahwa dirinya mengakui mendapat tekanan dari puluhan ribu Aremania. "Kami mengakui memang mendapat tekanan yang berat dari banyaknya suporter Aremania yang hadir mendukung timnya mulai awal hingga akhir laga," kata Nadeo.

Menurut Nadeo melihat banyaknya Aremania yang berteriak dan bernyanyi mendukung tim kebanggaannya berlaga di stadion, dirinya mengakui terus mendapat tekanan keras. "Kami merasa laga ini diwarnai dengan atmosfer yang cukup berat dan panas, karena teriakan Aremania mampu memberi tekanan dari tim lawannya," jelas kiper asal Kediri itu.

Baca Juga : Lama Tak Terlihat, Striker Lama Arema FC Akan Bergabung

Melihat banyaknya Aremania dalam laga pekan ke-20 Liga 1 itu, dirinya mengatakan salut kepada Aremania dan memberikan inspirasi bagi tim Borneo FC. "Kami juga ingin punya suporter yang banyak tapi itu masih proses aecara bertahap. Kami melihat tim Arema tim yang besar dengan suporter yang besar," ujarnya.

Namun, dalam pertandingan Arema FC melawan Borneo FC berakhir imbang 2-2 atau berbagi poin. Dari hasil itu, skuat Arema tak mampu memberikan kado kemenangan di hari ultah Arema ke-31.