Teror Momo, Jangan Pernah Balas Pesan WhatsApp Darinya Jika Tak Mau Mati!

Momo, karakter boneka menyeramkan yang tengah ramai meneror siapapun di WhatsApp (foto Twitter)
Momo, karakter boneka menyeramkan yang tengah ramai meneror siapapun di WhatsApp (foto Twitter)

MALANGTIMES - Pembaca sebaiknya mulai berhati-hati apabila seseorang dengan Display Picture menyeramkan menyapa Anda di WhatsApp. Seorang gadis di Argentina mengakhiri hidup lantaran membalas pesan.

Buenos Aires Times menuliskan sebelum bunuh diri, bocah 12 tahun tersebut aktif melakukan berbagai tantangan Momo. Ia merekam aksinya di smartphone sebelum bunuh diri.

Momo menantang siapa saja untuk memasukkan nomor pada daftar kontak. Setelah itu, dia akan broadcast berbagai gambar menakutkan dan foto-foto kekerasan. Momo juga memberikan tantangan khusus dan yang paling ekstrem Anda diminta bunuh diri! Tantangan ini ramai disebut dengan istilah Momo Challenge. 

Siapa Momo? Momo adalah karakter boneka mengerikan karya seniman asal Jepang Midori Hayashi. Ia banyak membuat boneka berwajah bayi tetapi bentuk tubuhnya agak seram.

Midori pernah menjalani perawatan intensif karena bayinya terancam lahir prematur. Dari pengalaman inilah Midori membuat boneka yang menggambarkan rapuhnya bayi. Meski demikian, Momo Challenge tidak ada hubungannya dengan Midori.

Kisah Momo Challenge kali pertama dibagikan oleh akun Twitter @siemensix1 pada Juli silam. Karena penasaran dengan kisah Momo yang menyeramkan. Dia pun mengunduh WhatsApp untuk melakukan kontak dengan boneka horor itu.

Setidaknya ada tiga nomor yang bisa digunakan untuk menghubungi Momo. Namun, @siemensix1 memilih menutupi lengkap nomor Momo. Nomor itu hanya bertuliskan area wilayah nomor tujuan yakni +57, +81, dan +52.

Momo akan membalas dalam bahasa Spanyol dan mengirimkan berbagai gambar aneh. Salah satu foto menurut @siemensix1 adalah gambar Momo yang merupakan perwujudan dari setengah manusia dengan tangan dan kaki terbentuk dari ayam. 

Aktivis LSM Safernet Brazil, Rodrigo Nejm mengatakan Momo kemungkinan bentuk umpan yang digunakan penjahat mencuri data dan memeras orang di internet. (*)

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top