Lolos Tingkat Provinsi, Kabupaten Malang Optimistis Sabet Juara Lomba Petugas Irigasi Nasional

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (tengah, pakai kopiah hitam dan batik) berforo bersama dengan tim penilai lomba petigas OP Jaringan Iriigasi Permukaan dan Rawa Teladan tingkat Nasional (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (tengah, pakai kopiah hitam dan batik) berforo bersama dengan tim penilai lomba petigas OP Jaringan Iriigasi Permukaan dan Rawa Teladan tingkat Nasional (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kabupaten Malang optimistis menyabet juara lomba petugas OP (Operasional dan Pemeliharaan) Jaringan Irigasi Permukaan dan Rawa Teladan Tingkat Nasional 2018. Keyakinan itu muncul setelah Kabupaten Malang lolos di tingkat Provinsi Jatim. 

Saat ini, Kabupaten Malang menjadi satu-satunya perwakilan dari Jawa Timur setelah mengikuti pemaparan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 16 sampai 20 Juli lalu. Penyelenggaraan lomba atau pemilihan petugas OP ini sendiri merupakan yang ke-11 dan diselenggarkan Inspektorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR.

Kegiatan ini bertujuan mendorong kompetensi para petugas OP oleh pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota dalam upaya peningkatan kualitas pengelolaan irigasi permukaan dan irigasi rawa.  

Jumat (10/7/2018) pagi, tim penilaian lomba pun mendatangi langsung lokasi jaringan irigasi milik Kabupaten Malang yang salah satunya berada di Singosari. Sebelum meninjau langsung lokasi, tim penilai berbincang bersama dengan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna di Pendapa Agung Kabupaten Malang.

"Tim penilai datang untuk melihat langsung kondisi jaringan irigasi kami di Singosari. Dan saya optimistis kami bisa jadi juara," kata Rendra kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan tim penilai.

Dalam kesempatan tersebut, Rendra menyampaikan beberapa usulan untuk disampaikan kepada Kementerian PUPR. Terutama terkait pengelolaan aset sumber dya air dalam bidang irigasi. Selama ini, pemerintah daerah seperti kabupaten dan kota hanya menyentuh sampai pada saluran primer saja.

Sementara untuk saluran kuarter dan tersier selama ini diserahkan kepada petani. Hal itu dia nilai akan membebani para petani yang notabene memiliki kelompok tani. Kelompok yani itu semestinya hanya mengurus proses pemanfaatan irigasi untuk tanaman mereka.

"Saya rasa kasihan itu petani. Seharusnya mereka bisa langsung memanfaatkan tanpa harus mengelola. Kalau kabupaten yang mengelola, maka akan ada anggaran yang bisa digunakan. Itu sebabnya tadi saya usulkan agar ditinjau ulang peraturan Kementerian PUPR perihal pemanfaatan dan pengelolaan irigasi," ungkap Rendra. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top