Kepala Satuan Resort Kriminal Polres Batu AKP Anton Widodo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kepala Satuan Resort Kriminal Polres Batu AKP Anton Widodo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Dua pelaku pembacokan di Alun-Alun Kota Batu ditahan di Polsek Batu. Penahanan itu akibat adanya peristiwa tindak pidana kekerasan terhadap orang dan penganiayaan antar Pedagang Kaki Lima (PKL) pada (8/8/2018) sekitar pukul 22.00 wib  di Alun Alun Kota Batu.

Pelaku tersebut yakni inisial ADC (44) merupakan PKL Lok-Lok. Dan Inisial KAC (36) PKL Ceker Setan. 

“Dua pelaku telah kita amankan saat ini. Peristiwa ini terjadi antar pedagang PKL Alun-Alun Kota Batu yakni pengeroyokan dan kekerasan,” ungkap Kepala Satuan Resort Kriminal Polres Batu AKP Anton Widodo, Kamis (9/8/2018).

Sedangkan korban adalah SCH (45) PKL Lok-Lok yang mengalami luka di kepala robek depan dan belakang, serta telinga kiri mengalami robek akibat sabetan benda tajam. Hingga saat ini korban dirawat di RS. Bhayangkara Kecamatan Batu.

Korban lain adalah ROF (25) atau anak dari SCH yang mengalami luka sobek pada kening dan lecet di kepala. “Hingga saat ini yang dirawat sekarang tinggal SCH, sedangkan yang lainnya sudah dipulangkan. Termasuk pelaku KAC yang dirawat juga dipulangkan dan kami tahan,” ujarnya saat di Polsek Batu. 

Ia menjelaskan ronologi kejadian sekitar pukul 22.00 WIB di trotoar bagian barat Depan Kantor Pusat Informasi  Strawbery Alun-Alun Kota Batu. Secara tiba-tiba SCH pedagang Lok-Lok langsung dibacok oleh ADK dengan satu buah pedang atau parang.

Yang kemudian langsung mengenai wajah serta telinga Korban. Dalam waktu bersamaan ROF (anak SCH) menolong ayahnya.

“Tetapi tiba- tiba dari arah depan KAC, PKL Ceker  Setan memukul korban dengan menggunakan satu buah kalung gir yang mengenai dahi,” jelas Anton. 

Setelah mengetahui kejadian tersebut warga berupaya memisahkan korban dan pelaku. "Dalam kejadian ini barang bukti yang diamankan adalah satu buah pedang dan satu buah kalung gir,” kata Mantan Kasat Reskrim Polres Bangkalan. 

Kejadian ini terjadi bermula pada saat KAC yang merupakan PKL yang tidak mendapatkan tempat relokasi nekat berjualan di area terlarang sejak Sabtu (4/8/2018).

Diduga motif penyerangan, ketika Tri (Istri SCH) mengingatkan kepada ADC dan KAC untuk tidak berjualan di jalan area relokasi. Sebab dikhawatirkan akan mempengaruhi PKL yang lain untuk jualan di tengah jalan. 

Karena PKL yang ada di sekitar Ganesha sudah direlokasi ke tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah Kota Batu. Tetapi ternyata mereka merasa tersinggung. Hingga saat ini Polres Batu sedang melakukan penyidikan dalam kasus tersebut.