Plt Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat mengisi acara dialog terkait sistem retribusi pasar di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Plt Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat mengisi acara dialog terkait sistem retribusi pasar di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut. Termasuk mengeluarkan imbauan agar seluruh pegawai negeri atau aparatur sipil negara (ASN) berbelanja di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Imbauan itu disampaikan langsung oleh Plt Wali Kota Malang Sutiaji sebagai bentuk semangat untuk melestarikan pasar tradisional. "Kami menyampaikan imbauan dan mendorong agar para ASN di lingkungan Pemkot Malang berbelanja di pasar tradisional," ujar Sutiaji dalam kegiatan dialog di Pasar Oro-Oro Dowo, hari ini (9/8/2018).

Menurut Sutiaji, pasar tradisional merupakan basis perekonomian masyarakat yang turut memperkuat perekonomian bangsa. "Karena di pasar tradisional perputaran uang dinilai sangat tinggi," terang pria yang juga Wali Kota Malang terpilih periode 2018-2023 itu.

Sutiaji juga berpendapat bahwa di pasar tradisional banyak sekali terjadi transaksi dan barter yang dilakukan antara penjual dan pembeli. Sehingga, masing-masing pihak memperoleh keuntungan. Di samping itu, pasar tradisional juga salah satu media bertransaksi yang patut dipertahankan oleh masyarakat.

"Pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi serta melestarikan pasar tradisional sebagai salah satu penopang perekonomian bangsa," tegas Sutiaji. Namun, seiring berjalannya waktu, pasar tradisional juga dituntut untuk memodernkan diri, agar masyarakat juga selalu nyaman berbelaja di sana. 

Salah satu prinsip yang harus dijaga di pasar tradisional adalah pola komunikasi pedagang dan pembeli yang terjalin dua arah. "Pasarnya tetap tradisional, namun manajemen dan pengelolaannya haruslah dibuat modern agar segala transaksi yang ada juga dapat diakses sebagai bentuk keterbukaan informasi publik," tambah Sutiaji.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Selain itu, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkot Malang untuk memodernkan pasar tradisional adalah dengan menerapkan E-Retribusi bagi seluruh pedagang di pasar tradisional. Dari sekitar 27 pasar tradisional, sebagian telah menerapkan pembayaran retribusi berbasis transaksi elektronik atau online itu.

Beberapa di antaranya yakni Pasar Buku Wilis, Pasar Klojen, Pasar Bareng,  Pasar Kota Lama, dan Pasar Oro-Oro Dowo. "Ke depan, kami berharap agar seluruh pasar di Kota Malang dapat segera melaksanakan program E-Retribusi. Ini agar jalannya uang retribusi dapat terarah dan juga menghindari peredaran uang palsu," tandas Sutiaji.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengungkapkan, pihaknya terus mengupayakan agar pasar-pasar lain juga menerapkan sistem tersebut. "Tentunya kami dorong terus sembari menyiapkan sarana dan prasaranya," ujar Wahyu. 

Atas kerja sama dengan BPD Bank Jatim Cabang Malang, Pemkot Malang melalui Dinas Perdagangan Kota Malang akan terus berupaya dan mensosialisasikan program E-Retribusi ini kepada seluruh pedagang di pasar tradisional yang ada di Kota Malang.