Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Internasional

AS Dihujani Kritikan Usai Tolak Gencatan Senjata di Gaza Melalui Veto

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

09 - Dec - 2023, 12:07

Kerusakan di Gaza akibat serangan udara Israel. (Foto dari internet)
Kerusakan di Gaza akibat serangan udara Israel. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Kritikan menghujani Amerika Serikat (AS) yang menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza.

Sebanyak 13 negara anggota Dewan Keamanan PBB mendukung resolusi yang diajukan oleh Uni Emirat Arab itu dalam voting yang digelar pada Jumat (8/12) waktu setempat. Jepang dan Prancis, yang merupakan sekutu AS, turut memberikan dukungannya.

Baca Juga : Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata Israel-Hamas, AS Lagi-Lagi Menolak

Satu suara abstain diberikan oleh Inggris, yang mengkritik resolusi itu tidak berisi kecaman untuk Hamas.

AS yang merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB, menggunakan hak veto untuk menolak resolusi itu. Langkah Washington ini menggagalkan disepakati dan diadopsinya resolusi tersebut oleh Dewan Keamanan PBB.

Dilansir dari AFP dan Reuters, Sabtu (9/12/203), Uni Emirat Arab memberikan reaksi keras atas veto yang diberikan oleh AS terhadap resolusi yang diajukannya.

"Apa pesan yang kita kirimkan kepada warga Palestina jika kita tidak bisa bersatu mendukung seruan untuk menghentikan pengeboman tanpa henti di Gaza?" tanya Wakil Duta Besar Uni Emirat Arab untuk PBB, Mohamed Abushahab, kepada forum Dewan Keamanan PBB dalam sidang darurat di New York, AS.

"Pesan apa yang kita kirimkan kepada warga sipil di seluruh dunia yang mungkin menemukan diri mereka dalam situasi yang sama?" imbuhnya.

Arab secara blak-blakan mengungkapkan kekecewaannya atas langkah AS yang melindungi Israel menggunakan hak vetonya.

"Uni Emirat Arab sangat kecewa," tegas perwakilan Uni Emirat Arab untuk PBB.

"Sangat disesalkan... dewan ini tidak mampu menuntut gencatan senjata kemanusiaan," sebutnya.

Utusan tetap negara pengamat Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, dalam pernyataannya menyebut hasil voting resolusi Dewan Keamanan PBB itu 'sangat disesalkan' dan merupakan 'bencana' karena Dewan Keamanan PBB dicegah untuk melaksanakan tanggung jawabnya melalui resolusi.

"Jutaan nyawa warga Palestina berada dalam bahaya. Setiap nyawa adalah suci, layak untuk diselamatkan," ucapnya kepada forum Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga : 4 Pejuang Pro-Hizbullah di Suriah Tewas Akibat Serangan Drone Tempur Israel

"Para penjahat perang diberi lebih banyak waktu untuk melakukan kejahatan mereka," kritik Mansour merujuk pada Israel.

"Bagaimana hal ini bisa dibenarkan? Bagaimana seseorang bisa membenarkan pembantaian seluruh rakyat," tanyanya.

"Jika Anda mendukungnya (perang ini-red) maka Anda mendukung kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini hari yang buruk bagi Dewan Keamanan (PBB)," sebut Mansour dalam pernyataannya, yang tampaknya menyindir AS.

Tak berhenti disitu saja, kritikan untuk AS juga disampaikan oleh Rusia. "Rekan-rekan kami dari AS sungguh-sungguh, di depan mata kami, telah menjatuhkan hukuman mati terhadap ribuan orang, bahkan puluhan ribu orang, lebih banyak warga sipil di Palestina," kritik wakil utusan Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy.

Sementara itu, Medecins San Frontiers atau yang dikenal sebagai Doctors Without Borders menyebut kelambanan Dewan Keamanan PBB telah menjadikan badan ini "terlibat dalam pembantaian yang sedang berlangsung" di Jalur Gaza.

Sindiran serupa juga dilontarkan oleh Human Rights Watch, yang menyatakan bahwa: "Dengan terus memasok persenjataan dan perlindungan diplomatik... AS berisiko terlibat dalam kejahatan perang."

Sebelumnya sejumlah upaya untuk mengadopsi resolusi juga berujung kegagalan. Sejauh ini, sudah empat resolusi yang ditolak dalam beberapa pekan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober karena kurangnya dukungan negara anggota Dewan Keamanan PBB, atau karena adanya veto dari AS, Rusia atau China.


Topik

Internasional Palestina Israel Gaza Hamas gencatan senjata


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri