Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Puluhan Bathtub Aset Pemkab Malang di Pemandian Air Panas Alam Songgoriti Kota Batu Menghilang, Kok Bisa?

Penulis : Irsya Richa - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Dec - 2023, 14:06

Petugas Satpol PP saat melihT kondisi bathtup Pemandian Air Panas Alam, di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu menghilang. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petugas Satpol PP saat melihT kondisi bathtup Pemandian Air Panas Alam, di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu menghilang. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Pasca pandemi Covid-19, aset milik Pemkab Malang yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perumda) Jasa Yasa yakni Hotel dan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti, di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu mati suri. Namun yang bikin miris, sejak dikerjasamakan kepada PT Aljabar Jati Indonesia (Aji) banyak aset di lokasi tersebut yang hilang.

Jika memasuki kawasan Hotel dan Pemandian Air Panas Alam, tampak semak belukar tumbuh subur terutama pada area Candi Songgoriti. Meski pada area Candi Songgoriti masih dirawat, tetapi pada bagian hotel dan pemandian air panas sungguh tidak terawat.

Baca Juga : BPBD Kota Blitar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Saat JatimTIMES memasuki kawasan pemandian air panas, tampak bathtup atau bak mandi yang dulunya digunakan untuk fasilitas air panas di masing-masing kamar mandi menghilang. Terlihat dari bekasnya, tempat seharusnya bathtup itu terpasang justru melompong.

a

Kemudian sebagian pintu rusak, ditambah tembok yang mulai mengelupas. Beralih pada area kolam rendam, semak belukar tumbuh hampir menutupi kolam.

Lalu pada penginapan lainnya yang ada di kawasan Candi Songgoriti atapnya mulai longsor. Hingga warna tembok yang mulai kusam. Hal ini cukup disayangkan, padahal bangunan penginapan di sana cukup bagus.

Melihat kondisi ini pun Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, Raden Djoni Sudjatmiko merasakan kekecewaan kepada PT Aji. Seharusnya, destinasi dan fasilitas yang tersedia itu bisa dikelola dengan maksimal untuk mendatangkan wisatawan.

“Bathtub pemandian di kamar dibongkar dan hilangkan semua, ada 20 kamar. 20 unit bathtup hilang semua, diambil tanpa izin,” terang Djoni saat berada di lokasi.

Padahal, harga bathtub itu cukup fantastis karena mencapai jutaan rupiah per unit. Dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) aset yang ada harus dimaksimalkan oleh PT Aji, bukan malah dihilangkan.

Baca Juga : Pertunjukan dengan Butet Kartaredjasa Diduga Ada Upaya Initimidasi, Agus Noor: Penuh Kecemasan

“Banyak aset dihilangkan, tanpa sepengetahuan kita semua. Padahal di pasal (perjanjian) setiap 6 bulan pembangunan harap lapor,” imbuh Djoni.

Tak hanya bathtup yang hilang, lapangan tenis yang telah dibangun sebelumnya pun kini telah diratakan dengan tanah. Padahal untuk meratakan lapangan tenis tentunya harus melewati proses kajian. Djoni pun meyadari adanya kesalahan yang tidak sesuai dengan PKS.

Karena itu setelah melakukan evaluasi bersama PT Aji, pihaknya juga telah melihat kondisi tempat  wisata tersebut. Hingga akhirnya berkirim surat dari Perumda Jasa Yasa kepada Direktur Utama PT Aji 20 Oktober 2023 Nomor : 539/230/JASAYASA/X/2023 perihal Pengakhiran Perjanjian Kerja Sama antara Perumda Jasa Yasa Dengan PT Aji tentang Pembangunan Dan Pengelolaan Hotel Dan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti Nomor: 074.3/108/35.07.301/2021 dan Nomor : AJI/001/1308/2021 tanggal 13 Agustus 2023.

“Kontribusi dihentikan sepihak dari PKS. Penghentian bisa sewaktu-waktu lewat evaluasi di PKS,” terang Djoni.


Topik

Peristiwa Songgoriti Jasa Yasa Kabupaten Malang PT Aji


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Nurlayla Ratri