Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

IMM Rumuskan Sikap Merespons 9 Isu Kebangsaan, Urutan Pertama Korupsi

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

03 - Dec - 2023, 18:49

Kegiatan Tanwir XXXII IMM.(Foto: Indonesia).
Kegiatan Tanwir XXXII IMM.(Foto: Indonesia).

JATIMTIMES - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Indonesia merespon atas 9 isu kebangsaan yang ada saat ini. Kesembilan isu tersebut dibahas dalam kegiatan Tanwir XXXII. Kegiatan tersebut digelar sejak Jumat (1/12/2023) dan ditutup pada Minggu (3/12/2023). 

Kesembilan isu kebangsaan tersebut meliputi korupsi, pendidikan, kesenjangan sosial dan ekonomi, masalah diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan, isu Pemilu 2024, krisis lingkungan, masalah generasi muda hingga masalah hukum dan keagamaan.

Baca Juga : TKN Pastikan Prabowo-Gibran Siap Hadapi Debat Capres-Cawapres Pertama, Sebut Tak Akan Serang Paslon Lain

Ketua Umum DPP IMM, Abdul Musawir Yahya mengatakan, sembilan isu tersebut menurutnya merupakan hal penting yang harus direspons oleh IMM sebagai bagian dari tanggung jawab Intelektual. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkolaborasi memajukan bangsa Indonesia.

"Penyelesaian 9 permasalahan bangsa ini menjadi syarat untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu, semua elemen bangsa harus berkolabarasi menangani masalah masalah itu jika mau memajukan Indonesia," ujar Yahya. 

Bahkan, melalui forum tersebut IMM juga merumuskan pernyataan sikap untuk merespons kesembilan 9 isu kebangsaan tersebut. Pertama, IMM mengritik gurita korupsi yang terjadi di Indonesia. Dimana maraknya kasus korupsi di Indonesia dipandang sebagai akibat langsung dari meluruhnya integritas penegak hukum dan kuatnya intervensi kekuatan politik yang tebang pilih. 

Kedua, IMM juga mengkritik masalah pendidikan nasional yang dipandang sebagai penyebab utama merosotnya kualitas manusia Indonesia. Terlebih dalam hal ini, IMM memandang masalah pendidikan harus segera diselesaikan, baik secara sistemik maupun secara teknis. 

Ketiga, IMM mengevaluasi masalah kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia yang lahir karena beberapa hal. Yakni merosotnya kualitas pendidikan, minimnya akses sumber daya, kebijakan ekonomi yang kurang merata hingga menguatnya oligarki yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Menurutnya, IMM menilai bahwa pemerintah perlu memastikan pemerataan akses sumber daya. Termasuk dalam membangun kebijakan yang berkeadilan dan perbaikan kualitas pendidikan yang setutur menunjang perbaikan ekonomi. 

Keempat, IMM melihat bahwa Indonesia masih marak diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Sebab banyak kasus pelecehan seksual, pernikahan dini, masalah ketidakpastian nasib pekerja formal dan informal, dan keterwakilan perempuan dalam politik.

Untuk itu, IMM dalam hal ini memandang perlunya kerja sama sejumlah elemen. Mulai dari pihak pemerintah, aparat hukum dan kekuatan sipil. Tujuannya untuk membangun kehidupan yang setara dan adil.

Kelima, IMM mencermati situasi politik jelang pemilu 2024 yang bergerak ke arah permisif, pragmatis dan magterialis. Dimana hal itu dinilai yang menjadi sebab lahirnya praktik manipulasi, fitnah, adu domba dan narasi kebencian.

Untuk itu, IMM mendorong agar para kontestan, partai politik (parpol) dan kekuatan sosial lainnya untuk tampil memberi Pendidikan politik dan ketauladanan para elite untuk mengedepankan prakti politik yang luhur serta berkeadaban. 

Baca Juga : Eks Ketua KPK Bicara Jokowi Minta Setop Kasus e-KTP', PSI: Motif Politiknya Terlalu Kental

Keenam, IMM mengkaji banyak masalah berkaitan dengan lingkungan. Masalah itu meliputi deforestrasi dan penggundulan hutan, polusi udara, pencemaran air hingga semakin banyaknya sampah plastik. 

Selain itu hingga persoalan rusaknya terumbu karang, buruknya pengelolaan limbah dan masalah yang lain. IMM memandang masalah tersebut harus diselesaikan dengan upaya membangun kebijakan publik yang mengedepankan kelangusngan alam semesta.

Ketujuh, IMM melihat masalah minimnya usaha untuk membina dan memberdayakan generasi muda. Kondisi ini yang menyebabkan generasi muda menjadi rentan dan terpinggirkan dari segi sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan.

"Sidang Tanwir menyepakti perlunya menyelesaikan masalah ini dengan upaya membangun kedaulatan generasi muda Indonesia," imbuhnya. 

Kedelapan, IMM mengkritik reduksi nilai nilai agama yang luhur menjadi kepentingan sesaat. Hal ini dipandang telah melahirkan intoleransi, sektarianisme, ideologi maut dan politisasi agama. Kondisi ini perlu diselesaikan dengan upaya menghadirkan agama yang inspiratif bagi kemajuan semesta.

Kesembilan, IMM menekankan perlunya menjadikan hukum sebagai panglima dalam menyikapi seluruh persoalan kebansgaan, dalam hal ini, negara dipandang wajib menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya berpesan agar supaya di internal IMM juga dapat mengimplementasikan sikap IMM ini baik di tingkat DPD, Cabang, Korkom hingga komisariat. Ini harus menjadi perhatin kita bersama," pungkasnya. 


Topik

Peristiwa imm Abdul Musawir Yahya ketua imm Tanwir XXXII IMM


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya