Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Makin Ramai, Keluhan Warganet Soal Parkir di Kota Malang 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Dec - 2023, 06:55

Salah satu juru parkir di MT Haryono menerapkan parkir Rp 1.000 untuk ojol yang hanya ambil orderan. (Foto: X/@dhon_3)
Salah satu juru parkir di MT Haryono menerapkan parkir Rp 1.000 untuk ojol yang hanya ambil orderan. (Foto: X/@dhon_3)

JATIMTIMES - Permasalahan parkir di Kota Malang masih meresahkan masyarakat hingga saat ini. Berbagai keluhan warga di media sosial pun masih ramai diperbincangkan, hingga stigma Malang Kota Parkir susah untuk dihilangkan.

Paling anyar, beberapa warganet mengeluh soal tukang parkir yang diduga semena-mena dengan warga. Di mana tukang parkir menarik ojol yang hanya mengambil orderan. 

Baca Juga : Ironis! Kerja Keras Sampai Tewas Menjadi Budaya Korea Selatan Hingga Sekarang

"Aq kan oleh order njupuk paket ndek garasi paket Rosalia indah,gak eroh lek ancen onok parkir e, pas metu moro moro di cegat wong iku, aku yo ngomong apik apikan lek aku iki njupuk orderan paket,wong e langsung jawab,sopo ae melebu metu kene yo kudu parkir karo ngamok ngamok gak jelas,moro moro aku dipisui,yo langsung tak video mas,lah kok wong e malah tambah kalap ngancem aku. Padahal aku ngunu loh sportif masalah parkir,mek ojok petentang petenteng koyok sing nduwe wilayah ae," jelas salah satu warganet yang mengeluh pada akun Info Malang. 

Di tempat lain, salah satu warganet juga mengaku mengeluarkan motornya sendiri meski sudah membayar parkir di beberapa tempat ngopi di Kota Malang. 

"kak min mau sambat parkir pisan. tukang parkire Handall coffee, 11:12 kopi gak gelem ngatur sepeda, gak gelem ngetokno sepeda. areke mek lungguh2 ndek pegupone tukang parkir, ngenteni kendaraan metu tekan parkiran moro nyegat njauk duit. trus lungguh maneh ndek pegupone.. kenopo aku sambat soale pas iko tau sepedaku kecepit, sing ngundurno sepeda liyane yo aku dewe. areke gak rumongso blas. suwun min," tulis warganet lainnya. 

Selain itu, salah satu warganet mengaku tengah menunggu suami di depan stasiun, tanpa mematikan mesin dan turun dari motor, namun tetap ditarik parkir.  

"Barusan banget aku nungguin suami di stasiun, ga turun dari motor dan ga matikan mesin, nunggu juga ga sampe 5 menit. Baru mau berangkat pulang tiba-tiba ditariki parkir. Trus suami membela diri kalo ga parkir, tetep dipaksa bayar dengan dalih, alasane ga jelas pisan. Trus pas pak parkirnya ngatur motor dan mobil lain, aku dan suami lgsg cabut. Kasian juga liat mbak2 yg sama2 nungguin kayak aku bingung kok ditariki parkir padahal ga parkir," jelas salah satu warganet. 

"Selama iki ga tau dipalak parkir pas nungguin suami, baru kali ini ditariki parkir. Makin liar ae wong2 iki," sambungnya. 

Warganet tersebut pun mengklaim jika parkir liar di Kota Malang semakin parah. Dia pun menilai jika jalanan di Kota Malang sudah dikuasai oleh preman parkir.  

"Parkir e malang tambah parah. Piye iki, dijarno ae a sampek jalanan malang dikuasai preman parkir? Pemkot karo dishub moso’ kalah karo jukir?," tandas keluhan warganet tersebut. 

Keluhan warganet itu pun menuai beragam komentar hingga aksi. Salah satunya aksi dari Polsek Lowokwaru. Tampak anggota Polsek Lowokwaru melakukan penertiban kepada juru parkir di wilayahnya dengan memberikan arahan. Hal itu terlihat dari unggahan foto yang diposting oleh akun X Humas Polsek Lowokwaru. 

Meski begitu, beberapa warganet meminta agar bukan hanya kepolisian, namun Dishub dan Pemerintah Kota Malang segera membuat regulasi soal parkir liar di Kota Malang. 

Baca Juga : Resmi, Kelurahan Ngaglik Jadi Kelurahan Sadar Kerukunan Umat Beragama

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dishub Kota Malang bakal mewacanakan penerapan sistem parkir berlangganan. Menurut Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra, wacana parkir berlangganan itu nantinya akan diterapkan, di mana kendaraan akan diberikan stiker hologram. Pembayaran parkir dibayarkan melalui pajak STNK di setiap tahunnya. 

“Wacana ini sempat disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui pertemuan bersama dengan Dishub. Itu disarankan untuk menggunakan parkir langganan. Jadi kendaraan itu memiliki stiker hologram dan dibayarkan setiap tahun melalui pembayaran pajak STNK itu,” ujar pria yang akrab disapa Jaya ini.

Lebih lanjut Jaya mengatakan, hal tersebut masih belum secara resmi di internal Pemkot Malang. Hanya saja menurutnya, ia sudah melaporkan wacana tersebut kepada Pj Wali Kota Malang. Dirinya menilai bahwa rencana itu setidaknya bisa menjadi salah satu alternatif.

“Rencana ini sudah kami laporkan pada pimpinan, kita nanti mengarah ke sana. Artinya, konsep parkir langganan ini bisa menjadi alternatif pilihan,” imbuh Jaya. 

Mengacu pada data sensus di tahun 2022, ada sebanyak 300 ribu kendaraan roda dua dan 100 ribu kendaraan roda empat ber plat N. Sedangkan, secara nyata di lapangan hampir dua kali lipat yang non plat N di Kota Malang. 

Sehingga, hal itu secara teknis akan disosialisasikan terlebih dahulu. Apalagi, Kota Malang juga semakin dikenal sebagai salah satu tempat berwisata. Hal itu membuat di momen-momen tertentu, Kota Malang juga dipadati wisatawan

“Inilah yang perlu secara teknis kita sosialisasikan. Kita wacanakan mana yang terbaik. Tetapi kita harus terus memberikan layanan terbaik bagaimana mengatasi terkait masalah parkir,” pungkas Jaya.


Topik

Peristiwa Malang kota parkir masalah parkir kota malang dishub


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri