Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Internasional

Hamas Bantah Adanya Negosiasi Gencatan Senjata, Mossad Cabut dari Qatar

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Dec - 2023, 06:33

Para tentara Hamas. (Foto dari internet)
Para tentara Hamas. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Wakil kepala biro politik Hamas, Saleh al-Arouri mengatakan bahwa tidak akan ada pertukaran tawanan selama serangan di Gaza terus berlanjut. Hamas membantah adanya negosiasi soal gencatan senjata.

"Saat ini tidak ada negosiasi mengenai gencatan senjata. Tidak akan ada pertukaran tahanan sampai agresi berakhir dan ada gencatan senjata yang komprehensif dan definitif," ujar Saleh al-Arouri dilansir Al Jazeera, Minggu (3/12/2023).

Baca Juga : Inilah Negara Penyumbang Pemanasan Global Terbesar

Ia pun menegaskan, jika Israel masih menuduh pihaknya menahan perempuan dan anak-anak. Padahal Saleh al-Arouri menambahkan, pihaknya hanya menahan tentara dan warga sipil.

"Penjajah bersikeras masih ada perempuan dan anak-anak yang ditahan, tapi kami mengatakan kami telah menyerahkan semuanya. Tahanan yang tersisa di Gaza adalah tentara dan warga sipil yang bertugas di tentara pendudukan," imbuhnya.

Lebih lanjut Hamas mengatakan sandera Israel akan dilepaskan jika semua tahanan Palestina dan gencatan senjata dilakukan. Hamas siap menghadapi perang melawan Israel.

"Tahanan Zionis kami tidak akan dibebaskan sampai semua tahanan kami dibebaskan dan gencatan senjata diberlakukan. Perlawanan siap menghadapi semua skenario militer Israel baik perang darat, udara atau lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Israel telah menarik negosiator Mossad dari Qatar, yang bersama dengan Mesir dan Amerika Serikat sedang memediasi pembicaraan untuk menjamin gencatan senjata baru dalam perang tersebut.

"Menyusul kebuntuan dalam negosiasi dan atas arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, David Barnea, kepala Mossad, memerintahkan timnya di Doha untuk kembali ke Israel," kata kantor PM Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Sedangkan dilansir Al Jazeera, Minggu (3/12/2023), Netanyahu mengatakan perang "akan terus berlanjut sampai kita mencapai semua tujuan kita, yaitu mendapatkan kembali para tawanan dan melenyapkan Hamas. Operasi darat diperlukan untuk mencapai tujuan yang disebutkan di atas."

Netanyahu menambahkan tentara bertempur sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional. "Ini adalah perang jangka panjang, tapi pada akhirnya kita akan memenangkan perang ini," katanya.

Baca Juga : 240 Orang Tewas Usai Israel Gempur 400 Target di Gaza

"Tentara kami bersiap selama hari-hari gencatan senjata untuk meraih kemenangan total melawan Hamas," ucap Netanyahu.

Warga Israel yang dibebaskan dalam seminggu terakhir oleh Hamas dari Gaza menyerukan agar sesama tawanan yang dibebaskan.

Puluhan ribu orang berkumpul di Tel Aviv di luar markas pertahanan Israel, di mana mereka bersorak untuk Yelena Trupanov, 50, yang berdiri di atas panggung hanya dua hari setelah dibebaskan.

"Saya datang untuk mengucapkan terima kasih karena tanpa Anda, saya tidak akan berada di sini. Sekarang kita harus membawa kembali (putra) saya Sasha dan semuanya. Sekarang," ujarnya.

Permohonan serupa dari sandera lain yang dibebaskan juga ditampilkan dalam video.


Topik

Internasional Palestina Israel Gaza Hamas gencatan senjata


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri