Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kader Hijau Muhammadiyah dan PilahPilih Kupas Tuntas Masalah Lingkungan di Malang Raya

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

02 - Dec - 2023, 20:34

Sesi diskusi bertajuk
Sesi diskusi bertajuk "Merawat Lingkungan dalam Perspektif NU dan Muhammadiyah" yang digelar Kader Hijau Muhammadiyah Malang Raya, Umat untuk Semesta dan PilahPilih di Kopitani, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (2/12/2023). (Foto: Dok. Istimewa)

JATIMTIMES - Kader Hijau Muhammadiyah Malang Raya bersama PilahPilih dan Umat untuk Semesta menggelar diskusi permasalahan lingkungan di Malang Raya yang bertajuk "Merawat Lingkungan dalam Perspektif NU dan Muhammadiyah". 

Perwakilan Kader Hijau Muhammadiyah Malang Raya Aulia Rahma Nuraini menyampaikan, dalam sesi diskusi permasalahan lingkungan ini, turut hadir beberapa tokoh dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai narasumber pada jalannya diskusi. 

Baca Juga : Kerja Keras DLH Kota Malang, Ruang Terbuka Hijau Terus Bertambah di Tahun 2023

Yakni KH Abdullah SAM selaku Ketua PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Malang sekaligus inisiator pesantren rakyat, serta Wakil Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu Dr Nurbani Yusuf MSi. 

Aulia menuturkan, bahwa saat ini Malang Raya memiliki setumpuk permasalahan lingkungan. Mulai dari permasalahan sampah, banjir, kekeringan hingga krisis air bersih. 

"Masalah Malang Raya ini kompleks, mulai dari keringnya sumber mata air, banjir hingga kedaruratan sampah," ujar Aulia, Sabtu (2/12/2023).

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu yang utama yakni banyaknya alih fungsi lahan yang tidak memerhatikan kondisi lingkungan untuk jangka panjang. 

"Ini akibat banyaknya alih fungsi lahan dan kawasan hutan untuk dijadikan perumahan atau pariwisata, namun tidak dipikirkan dengan baik," kata Aulia. 

Maka dari itu, melalui diskusi ini pihaknya secara masif mengajak masyarakat, khususnya anak muda untuk mengkritisi permasalahan lingkungan di Malang Raya untuk mencari solusi terbaik. Di mana hal tersebut juga harus didukung oleh pemimpin yang peduli terhadap lingkungan. 

Sementara itu, Ketua PC ISNU Kabupaten Malang sekaligus inisiator pesantren rakyat KH Abdullah SAM mengatakan, bahwa Malang Raya ibarat seperti laboratorium bencana. Pasalnya, berbagai bencana terjadi di Malang Raya, mulai angin puting beliung hingga banjir. 

"Malang ini kan dataran tinggi yang diapit oleh dua gunung yang jadi sumber penyerapan dan konservasi air. Kalau sumber air hilang dan banjir terjadi berarti ada yang salah," tegas Abdullah. 

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Bantuan Hukum, LKPH-UMM Bencmarking ke BKBH-UMS dan PKBH-UAD

Menurutnya, solusi dari permasalahan lingkungan sebenarnya sudah tersedia di dalam keseharian ibadah umat Islam. Pasalnya, setiap ibadah umat Islam tidak terlepas dari alam.

"Tanda-tanda masuknya waktu salat ditandai dengan munculnya matahari, kita berwudhu, menyucikan diri juga dengan air. Sehingga, kita tidak bisa hanya saleh ritual tanpa saleh sosial dan saleh terhadap alam," ujar Abdullah. 

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Batu sekaligus pendiri Komunitas Padhang Makhsyar Dr Nurbani Yusuf MSi menjelaskan, bahwa dalam Islam, telah diatur tiga hal yang tidak boleh diperjualbelikan. Yakni air, rumput atau pohon dan energi listrik atau gas. 

Menurutnya, Air tidak boleh diperjualbelikan karena haram hukumnya. Maka dari itu, masyarakat membeli jasanya. "Kedua rumput atau pohon itu gratis tidak boleh diperjualbelikan, terakhir adalah energi listrik atau gas. Ketiga hal ini juga secara Undang-undang sudah harus dikelola oleh negara dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat," jelas Nurbani. 

Lebih lanjut, perwakilan Umat untuk Semesta Elok F Mutia mengatakan, mendekati momentum Pemilu 2024, masyarakat harus berperan aktif dalam mengawasi dan terlibat dalam kebijakan lingkungan. 

"Melalui PilahPilih kita berharap isu lingkungan dapat menjadi salah satu isu penting yang dapat dijadikan dasar 'memilah' dan juga 'memilih' di Pemilu nanti," pungkas Elok.
 


Topik

Peristiwa Sampah muhammadiyah


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Sri Kurnia Mahiruni