Kalapas Lowokwaru, Farid Junaedi saat ditemui di Lapas Lowokwaru (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kalapas Lowokwaru, Farid Junaedi saat ditemui di Lapas Lowokwaru (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyelidikan lebih lanjut terhadap AS (27) warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru, Malang, menyeret satu nama. Yakni, RFK, warga Jl. Kebalen Wetan, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. RFK juga merupakan salah satu penghuni Lapas yang berstatus tahanan titipan dari Kejaksaan.

RFK, dari hasil penyelidikan sementara, diduga merupakan pemesan narkoba kepada AS yang kedapatan menyimpan narkoba. Hal tersebut diketahui dari selembaran surat yang ditemukan petugas Lapas saat melakukam razia di blok 10 kamar 11 yang dihuni AS.

Kalapas Lowokwaru, Farid Junaedi mengungkapkan, surat tersebut ditemukan berisi tentang permintaan untuk mengirimkan barang atau memesan barang, namun untuk detailnya masih diselidiki.

"Sebenarnya RFK ini bloknya cukup jauh dari blok AS. RFK berada di Blok 1, jaraknya ya sekitar 500 meteran," bebernya ketika ditemui di Lapas Lowokwaru (7/8/2018).

Namun lebih lanjut ia menjelaskan, bagaimana surat tersebut bisa sampai ke kamar atau blok 10 kamar dari AS dan kapan waktunya, masih belum diketahui.

"Namun mungkin saja dia ngasihkan pas waktu ada acara kumpul di lapangan, acara dangdutan, ataupun pas ketepatan waktu shalat Jumat dimana semua berkumpul, namun kita tak tahu pastinya," jelasnya.

Setelah itu, RFK sempat dipertemukan dengan AS di Lapas bersama pihak Kepolisian, setelah itu mereka langsung dibawa pihak Polres Malang Kota namun sudah dikembalikan lagi ke Lapas.

"Namun untuk detailnya, kami tidak tau pasti, saat dipertemukan oleh pihak Kepolisian saya ngak ikut mendampingi. Namun yang pasti semuanya kami serahkan ke polisi dan saya minta diusut sampai tuntas," bebernya

Pasca temuan itu sendiri, pihaknya akan kembali mengevaluasi para petugas jaga. Dan nantinya razia rutinpun akam lebih diintensifkan setiap hari

AS kedapatan menyimpan narkoba 33 butir pil ekstasi, ganja yang disimpan dalam bungkus rokok dan sebuah serbuk yang diduga sabu seberat tiga gram saat razia Senin (6/8/2018).