Wakil Bupati Malang M. Sanusi (Pipit Anggraeni)
Wakil Bupati Malang M. Sanusi (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Petani Kabupaten Malang didorong menjual produk jadi atau setengah jadi. Sebab, penjualan produk jadi dipastikan mampu menambah nilai dari hasil tanaman yang dipanen para petani.

Wakil Bupati (Wabup) Malang M. Sanusi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Malang telah berusaha untuk meningkatkan kemandirian para petani. Termasuk dalam memasarkan produk hasil panennya, baik untuk padi, kopi, maupun banyak jenis tanaman lainnya. "Ketika padi dipanen lalu dijual sudah menjadi beras premium, nilai jualnya lebih tinggi ketimbang dijual saat masih gabah," katanya.

Saat ini 50 persen petani di Kabupaten Malang sudah mulai mandiri dengan menjual produk setengah jadi maupun yang sudah jadi. Salah satunya melalui bantuan peralatan untuk pengeringan dan penggilingan gabah sehingga petani dapat menghasilkan beras premium.

Namun, jumlah petani yang dapat menjual beras premium memang masih belum banyak. Sanusi pun menargetkan untuk dapat kembali memperoleh bantuan peralatan dari pemerintah pusat bagi petani di Kabupaten Malang.

"Ketika belum jadi beras premium, produk petani kami dihargai hanya Rp 8 ribu saja per kilogramnya. Tapi ketika sudah jadi beras premium, nilai jualnya menjadi Rp 11 ribu sampai Rp 14 ribu," imbuhnya.

Langkah untuk mendorong kemandirian petani itu memang bukan hal yang mudah. Sinergi demgan pemerintah pusat dinilai sangat perlu, terutama untuk memotong tali pendistribusian produk yang terkadang banyak membuat petani kewalahan.

Ketika petani di Kabupaten Malang sudah mampu mandiri, wabup optimistis kesejahteraan petani dapat meningkat. Roda perekonomian dari tingkat bawah akan berjalan dan mampu berdampak pada sektor perekonomian daerah Kabupaten Malang.

Selain padi, Sanusi juga mendorong petani kopi hingga jagung dan singkong untuk memasarkan hasil panennya menjadi produk setengah jadi atau sudah jadi. Di antaranya dengan menjadikannya sebagai kopi kemasan bubuk ataupun tepung-tepungan. "Dan banyak petani pisang kita yang kini memilih menjual keripik pisang dibanding harus menjual pisangnya saja," pungkas Sanusi. (*)