Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Gubernur Khofifah Cek Kesiapan Operasional Bandara Internasional Dhoho Kediiri

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Yunan Helmy

01 - Dec - 2023, 13:13

Gubernur Jatim bersama bu1pati Kediri meninjau Bandara Dhoho Kediri.
Gubernur Jatim bersama bu1pati Kediri meninjau Bandara Dhoho Kediri.

JATIMTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau persiapan operasional Bandara Internasional Dhoho di Kabupaten Kediri pada Jumat (1/12/23). Gubernur mohon doa semoga  Bandara Dhoho akan segera beroperasi dan  melayani penerbangan komersial dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Didampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi, Gubernur Khofifah meninjau kesiapan layanan di Bandara Internasional Dhoho. Mulai dari penyiapan layanan check-in counter, ruang tunggu domestik, ruang tunggu internasional, ruang pemeriksaan imigrasi keberangkatan internasional, ruang pemeriksaan imigrasi kedatangan internasional, ruang pemeriksaan bea cukai dan ruang pengambilan bagasi internasional sampai akses garbarata, apron dan runway.

Baca Juga : Tiba di Dubai, Jokowi Hadiri KTT Iklim COP28, Bawa Materi National Statement

 

Sebagaimana diketahui, bandara ini memiliki sejumlah keunggulan. Memiliki panjang landasan pacu atau runway 3.300 m x 45 m, bandara ini mampu didarati Pesawat terbesar B777-300ER. Tidak hanya itu. Jalur perpindahan pesawat atau taxiway bandara ini membentang sepanjang 306 m x 32 m dan 438 m x 32 m. Gedung terminal Bandara Dhoho yang berukuran 18.224 M2 ini berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

Usai peninjauan, Gubernur Khofifah mengatakan, public transportation  sangat signifikan untuk bisa mendorong berbagai pergerakan mulai ekonomi, infrastruktur, wisata,  pendidikan, budaya dan interaksi antar bangsa. 

"Bandara ini menjadi kekuatan kita yang luar biasa untuk membangun keseimbangan pertumbuhan pembangunan wilayah utara dan selatan Jawa Timur," kata Khofifah. 

Menurut Khofifah, pembangunan daerah tidak bisa dibangun dengan pendekatan simetris  melainkan asimetris. Sebab, ada kebutuhan infrastruktur yang harus ditambahkan dan difasilitasi. 

"Masyarakat Mataraman, terutama Kediri Raya, saya rasa berbagai infrastruktur penunjang termasuk tol Kediri-Tulungagung dan seterusnya menjadi penguatan untuk bersiap memberikan daya dukung dari hadirnya Dhoho Airport di Kediri," ungkapnya. 

Dengan hadirnya Bandara Dhoho di Kediri, Khofifah menyebut akan membawa dampak yang cukup luas untuk banyak sektor pembangunan. Di sektor pendidikan, keberadaan Bandara ini tentunya akan membutuhkan improvement pengembangan kualitas SDM wilayah Kediri Raya. 

Begitu pula di sektor agrobisnis. Produksi pengembangan di sekitar Gunung Wilis meliputi kopi, kakao, alpukat tanpa biji serta nanas yang selama ini marketnya sangat baik dalam dan luar negeri. Artinya, hadirnya Dhoho Airport memberikan ruang cukup luas bagi sektor IKM dan UKM untuk terus mendongkrak roda perekonomiannya.

"Mari kita lihat hadirnya Dhoho airport sebagai kekuatan untuk memberikan ruang dan harapan baru utamanya bagi milenial untuk melompat lebih tinggi dan lebih jauh  sehingga kekuatan SDM di Kediri Raya dan Mataraman lebih komprehensif kualitatif," jelasnya. 

Dari sektor budaya,  Khofifah meminta agar ada ikon dari Kediri dan Mataraman yang dimunculkan. Tujuannya untuk menguatkan nuansa local wisdom yang ada di wilayah Kediri dan Mataraman. 

Baca Juga : Emil Dardak: Jangkuan Bandara Kediri Sangat Baik Layani Masyarakat Wilayah Mataraman

 

Lebih lanjut, hadirnya Bandara Internasional Dhoho bisa menjadi salah satu titik sentral embarkasi, khususnya bagi masyarakat Mataraman Raya, tidak hanya saat haji, tetapi umrah bisa melalui Bandara Dhoho jika izin operasional penerbangan  internasional sudah turun," pungkasnya. 

Di sisi lain, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan saat ini Pemkab Kediri menyiapkan jalan-jalan non-tol. Ditambah bantuan anggaran dari Pemprov Jatim untuk pelebaran jalan di daerah Gringgin selebar 10 km. 

"Saya berharap ini bukan hanya Kediri tetapi yang menikmati kabupaten dan kota sekitar menyisihkan anggaran untuk membangun jalan non-tol," ungkapnya. 

Sementaea itu, Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDI) Maksin Arisandi menambahkan secara fisik dan operasional bandara Dhoho Kediri sangat siap. Saat ini, pembangunan bandara Dhoho Kediri pada bagian landside (sisi darat) meliputi runway, taxiway dan apron serta airside (sisi udara) terdiri dari terminal, club dan tempat parkir kendaraan, memasuki tahap finishing. Artinya pada bagian airside dan landside  rencana pembangunan (plan) dan pekerjaan di lapangan yang sebenarnya (actual) sudah mencapai target 97 persen. 

"Airside meliputi VIP apron dan commercial Appron, Drainage system, ducting (saluran distribusi udara), Topsoil & Grass serta runway strip (landasan pacu) sudah tuntas 100 persen," tuturnya. 

Terkait dokumen kesiapan operasi Bandara Dhoho Kediri seperti sertifikat standar BUBU, Condition Precedence (CP) KPBU Done.Aeronautical Information Publication (AIP) telah selesai dikerjakan.  Sedangkan Sertifikat Layanan Navigasi Penerbangan  dan Sertifikat Bandar Udara (SBU) memasuki tahap on progres masing-masing 25 dan 29 November 2023.

"Kemudian tanggal 1-3 Desember 2023, final check kesiapan operasi dan simulasi operasi. Diperkirakan Bandara Dhoho mulai beroperasi secara komersial tanggal 8 Desember 2023. Semakin cepat semakin baik sehingga Bandara Dhoho Kediri beroperasi aman dan tenang untuk penumpang," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Yunan Helmy