Potensial, UMKM Kabupaten Malang Digembleng tentang Literasi Keuangan

Aug 07, 2018 17:35
Wakil Bupati Malang M Sanusi saat membuka Final Workshop Program Strive di Hotel Santika Premiere Malang (Foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wakil Bupati Malang M Sanusi saat membuka Final Workshop Program Strive di Hotel Santika Premiere Malang (Foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seribu lebih pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Malang mendapat pelatihan literasi keuangan dari program Strive oleh Mastercard Center dan Mercy Corps. Selain dapat mengakses saluran penjualan, ribuan UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Malang itu juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra

"Dan 50 persen diantaranya mampu meningkatkan pendapatan mereka," terang Wakil Bupati Malang M. Sanusi pada wartawan usai menghadiri acara Final Workshop Program Strive yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Kota Malang, Selasa (7/8/2018).

Hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Malang dan program Strive itu menurutnya sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2017. Sampai saat ini, sudah ribuan UMKM yang mampu mendapatkan manfaat lebih dari program pelatihan tersebut.

"Dan kami berharap para pelaku usaha yang mendapat kesempatan pelatihan nantinya dapat terus mengembangkan dan menularkan ke UMKM lainnya," terang pria nomor dua di Kabupaten Malang itu.

Sementara itu, Representative Mercy Corps Indonesia, Jennifer Bielman menambahkan, total ada 2.408 UMKM yang dijangkau di Indonesia. Sebagian besar merupakam UMKM yang ada di Kabupaten Malang. Dari keseluruhan yang terjaring, sebagian besar kini dapat mengakses lembaga keuangan dan meningkatkan produksi mereka.

Produk yang dihasilkan UMKM Malang menurutnya memiliki banyak keunikan. Salah satunya makanan ringan seperti beragam keripik yang kualitasnya tak kalah dengan produk pabrik besar. Namun sayang memang belum banyak mampu menembus pasar dalam skala yang lebih besar.

"UMKM hanya dipandang sebagai bagian yang kecil. Padahal kita setiap hari selalu bersentuhan dengan produk mereka. Itu sebabnya kami menyadari UMKM yang ada di Indonesia, utamanya di Malang karena potensinya memang lumayan besar," terangnya.

Baca Juga : Tips Aman Ambil Uang di Mesin ATM Saat Pandemi Covid-19

Para pengusaha UMKM selama ini menurutnya diberi bekal tentang tata cara managemen pengolahan produksi dan cara memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan. Selain itu juga pengetahuan tentang tata cara pemasaran memanfaatkan perkembangan digital.

"Melalui digitalisasi, maka produk mereka akan semakin dikenal lebih luas," jelasnya.

Di sisi lain, Directur Asia Pacific Mastercard Alison Eskesen menyampaikan jika UMKM menjadi penggerak perekonomian yang banyak berpengaruh dari sektor paling bawah. Sehingga dibutuhkan penguatan untuk memberi dukungan dalam memutar roda perekonomian.

Menurutnya, Malang menjadi salah satu daerah yang kaya akan produk UMKM. Selain Malang, pihaknya pun berharap mampir berkolaborasi dengan beberapa pemerintah daerah lain dalam memajukan kualitas produk UMKM itu sendiri.

"Kita akan mencobanya, karena Indonesia merupakan negara besar. Sementara kita melakukan pendekatan secara mikro," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
UMKM Kabupaten MalangLiterasi Keuanganprogram Strivepembangunan daerah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru