Ilustrasi aja lo (Ist)

Ilustrasi aja lo (Ist)


Pewarta

Editor

Yunan Helmy


MALANGTIMES - * dd nana

Mblo.. Jomblo,  kayak obat nyamuk aja lo. Ban motor aja berpasangan,  lo kok sendirian aja. Kagak malu ma ban motor?.  Noh liat anak esde aja pacaran, lo kemana aja sih. Kok seneng ngumpet di hutan amazon. Bla.. Bla.. Bla... 

Pernah dapat celotehan begitu ? Terus lo cuek dan tetap aja ngejomblo sampai sekarang. Somadji mengangguk angguk,  walau lagu dangdut is my country para pelawak project pop telah lama menghilang di udara. 

Jadi selamat. Anda layak bintang yang dicairkan. Ayo ting!  "Lo kok malah dipuji. Jomblo lo malah diapresiasi. Lo malah curang,  agar tidak ada saingan ya dapatin ceu Imas?, " protes Sokib kepada Somad. 

Somad terkekeh,  walau matanya menatap gelap malam. Saat mereka mulai lagi diwajibkan ngeronda malam. Dikarenakan,  kata berita teroris masih saja bergentayangan dan menyebar teror. 

Mata Somad yang menatap gelap menangkap siluet paras jelita Imas. Yang entah kok masih seneng sendirian. Setelah pernikahan pertamanya kandas sejak hampir lima tahun silam. 

"Malah bengong lo kayak burung hantu aja. Nape lo malah muji-muji si Somadji yang jomblo," hardik Sokib. 

Somad pun dibanting ke dunia nyata lagi. Setelah pulih dari khayalannya terhadap Imas yang memang cuantikk. Dia pun akhirnya berbicara. 

Kenapa gw ucapkan selamat kepada Somad yang jomblo. Karena dengan menjomblo,  dia menjadi orang bahagia. Bukan hanya bebas mau kemana saja,  tapi juga tidak perlu repot-repot mikir. Besok apa dapur masih bisa ngebul, apa espepe sekolah anaknya sudah bisa dibayar atau tidak. Atau tak perlu takut-takut diketahui selingkuh. 

"Mau bangun jam berapa kek, tidur jam berapa kek. Tak ada yang ngekek. Bebas dan bahagiakan. Kayak lagunya bung haji rhoma itu loh. Enaknya jadi bujangan..jreng... jreng... " ucap Somad. 

Sawang sinawang lah brow,  kalau itu mah,  balas Sokib. 

"Lo mah Kib dikandani g percoyo. Sing jeneng e jomblo kuwi urip e bahagia. Kon g percoyo? Wocoon iki lo," ujar Somad sambil nyerahkan kertas koran kusam ke wajah Sokib. 

Sokib pun aras-arasan menerima koran apek iku. Tapi dibacanya juga tulisan di koran tersebut. Dalam sebuah berita ditulis adanya kaum yang paling bahagia dalam hitungan angka yang disurvei oleh Badan Pusat Statistik (BPS). 

Angka kebahagian hidup yang disurvei BPS menyatakan,  bahwa para kaum jomblo ternyata memiliki kebahagian tertinggi dibanding dengan kaumnya yang telah beristri dan memiliki anak. Apabila dibandingkan dengan mereka yang telah menjadi janda atau duda serta yang bercerai dalam perkawinannya. 

Para jomblowan dan Jomblowati mendapatkan angka tertinggi yaitu sebesar 71.53, baik dimensi perasaan, makna hidup, ekonomi. Bandingkan dengan yang sudah berkeluarga yang mendapat angka sebesar 71.09. Untuk status janda atau duda yang ditinggal mati nilainya 68.37 disusul bawahnya adalah mereka yang bercerai dengan nilai 67.83.

"Dah faham lo Kib. Makanya gw ucapkan selamat pada Somadji karena istiqomah berjomblo," ucap Somad terkekeh yang membuat Sokib garuk-garuk kepala tak percaya. 

Lo liat tuh si syahrini, artis idola lo tuh, ujar Somad. "Masih jomblo kan? Lo liat tuh tawanya apa kayak orang susah? Bahagia banget kan tuh dia? " imbuhnya. 

"Kayak Ceu Imas juga yak. Makanya enggak mau kawin lagi,  padahal apa yang kurang darinya. Ayu,  pinter golek duit, warisannya juga gede," kata Sokib yang langsung juga menyambar sebelum dipotong Somad. 

"Jadi lo kagak usah mimpi deh dapatin Ceu Imas. Dianya sudah bahagia sendirian ya... " kekehnya. 

Sompret lo... 

*Pecinta kopi lokal gratisan

End of content

No more pages to load