Beda dan Unik, Teknik Mempercantik Tanaman dalam Ruangan Kreasi Pengusaha Bunga Kota Batu

Salah satu wisatawan sedang memilih kokedama untuk buah tangan di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu wisatawan sedang memilih kokedama untuk buah tangan di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Beragam cara bisa dilakukan untuk mempercantik tanaman di dalam ruangan. Seperti dengan teknik kokedama yang dilakukan oleh Lily Indayani pelaku usaha bunga Kota Batu.

Ia menggabungkan tanaman dalam ruangan tersebut dengan sentuhan tali rotan sintesis.

Kokedama adalah teknik menanam dengan media tanam lumut atau sabut kelapa. Penerapan teknik bisa dilakukan untuk semua tanaman indoor.

“Kokedama ini biasanya kebanyakan untuk tanaman kaktus. Tapi juga bisa tanaman indoor yang lainnya seperti calathea, kadaka, bromelia, sansevieria, aglaonema, montera, dan sebagainya,” ungkap Lily Indayani, Sabtu (4/8/2018).

Untuk menggunakan teknik ini tentunya harus menyiapkan tanaman, sabut kelapa, benang, dan tali rotan sintesis. “Kokedama itu sebenarnya hanya bulatan seperti bola. Namun kita kombinasi pakai tali rotan sintesis ini,” ujarnya kepada BatuTIMES di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Caranya ambil salah satu tanaman dari potnya. Kemudian balut tanaman dengan sabut kelapa. “Lalu untuk membentuk bolanya itu dirapikan dengan benang,” jelas alumnus Universitas Brawijaya ini.

Usai menjadi bentuk baru dihiasi dengan tali rotan sintesis dibaluti warna sesuai dengan selera lalu ditempel pada sabut kelapa lem tembak.

Menurutnya kelebihan penggunaan kokedama adalah perawatannya jauh lebih lebih higienis di meja. Hanya perlu disiram dua sampai tiga hari. 

“Kenapa higienis karena permukaan tanah enggak kelihatan. Gak repot nyiramnya. Karena sabut menyerap air dan menjaga kelembaban,” jelas ibu satu anak ini.

Tidak hanya itu saja, tanaman herbal dan sayur pun juga bisa diterapkan melalui kokedama. Yang membedakan cara perawatannya.

KIokedama diletakkan pada tempat dengan 50 persen matahari. Siram 3-4 kali dalam seminggu. Keluarkan tanaman minimal dua kali seminggu untuk mendapatkan asupan cahaya langsung. 

“Tinggal cara perawatannya saja, lalu jangan lupa memberikan sinar matahari 50 persen lah. Dan jangan lupa pupuknya satu bulan sekali,” kata lulusan Italia ini.

Ia menambahkan hingga saat ini permintaan kokedama masih tinggi. Dalam satu bulan bisa memproduksi hingga 400 buah kokedama. Harganya dibandrol mulai Rp 35 ribu - Rp 350 ribu.

“Kami per minggunya mengerjakan 100 buah kokedama. Untuk harganya tergantung dengan jenis tanaman,” tutup Lily.

Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top