Berbagai barang ilegal hasil penindakan di wilayah Kanwil Bea Cukai Jatim II siap dimusnahkan di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Berbagai barang ilegal hasil penindakan di wilayah Kanwil Bea Cukai Jatim II siap dimusnahkan di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES -  Peredaran barang-barang ilegal di wilayah Malang Raya dan sekitar masih marak terjadi. Terbukti dengan pemusnahan berbagai barang yang ilegal alias melanggar aturan di bidang kepabeaan dan cukai. Tak hanya rokok ilegal, komoditas lain seperti miras, obat, kosmetik, hingga alat bantu sex tak berizin nyaris menimbulkan kerugian negara hingga Rp 2,2 miliar. 

Kanwil Bea Cukai Jawa Timur (Jatim) II, hari ini (3/8/2018) melakukan pemusnahan barang sitaan sejak akhir 2017 hingga pertengahan 2018. Barang-barang yang dibakar dan dihancurkan terdiri dari 93.191 keping pita cukai, 4.785.508 batang rokok yang dijual dan dikirimkan tanpa dilekati pita cukai, 387 liter minuman beralkohol yang dijual oleh pengusaha yang tidak memiliki izin. Selain itu ada pula 4,203 juta gram tembakau iris yang diangkut tanpa pemberitahuan atau tidak mempunya dokumen.

Bea Cukai juga turut memusnahkan barang-barang impor selundupan yang berhasil diamankan. Di antaranya boks-boks obat-obatan, kosmetik, serta alat bantu sex berupa tiruan organ kelamin pria dan wanita. Produk-produk ilegal itu merupakan barang hasil penindakan pelanggaran di wilayah Kantor Bea Cukai Malang, Probolinggo dan Jember. 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengungkapkan bahwa potensi kerugian negara mencapai Rp 2,2 miliar. "Kerugian sekitar Rp 2,2 miliar. Tapi jangan dilihat nilainya, sedikit atau banyak peredaran barang ilegal ini juga sangat merugikan produsen-produsen legal. Jadi penindakan dan pemberantasan ini sekaligus melindungi mereka yang legal, yang taat aturan," tegas Heru.

Selain dampak material, lanjut Heru, barang-barang tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak nonmaterial dan juga tidak terpenuhinya perlindungan terhadap konsumen. Heru menyebut, pihak Bea Cukai juga terus meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi pemerintah di daerah agar mengamankan wilayah dari masuknya barang-barang ilegal dari luar negeri.

Heru berharap adanya pemusnahan sebagai bagian dari penindakan tegas yang dilakukan bisa menimbulkan efek jera. Pihak Bea Cukai juga terus mengajak perusahaan rokok atau importir yang legal untuk tetap legal. "Yang tidak legal, ayo kami fasilitasi jadi legal. Karena saat ini sudah digemakan sandi gempur, untuk menggempur peredaran barang tak berizin. Kami juga mendapat support penuh dari wakil rakyat," pungkasnya.