Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Menilik Indahnya Pohon Tabebuya asal Brazil yang Ditanam DLH Kota Malang Sejak Tahun 2015 Silam

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Nov - 2023, 18:35

Placeholder
Sejumlah ruas jalan di Kota Malang yang indah berkat mekarnya bunga dari Pohon Tabebuya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pohon Tabebuya yang mulai bermekaran di sejumlah titik wilayah Kota Malang kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Indahnya bunga tersebut membuat sejumlah masyarakat ingin menikmati momen tersebut dengan cara berswafoto.

Lalu darimana sebenarnya tanaman Tabebuya itu berasal? Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Laode Kulaita menjelaskan bahwa tanaman tersebut berasal dari Brazil. Pohon tersebut ketika berbunga memiliki ciri khas yang hampir sama seperti bunga Sakura yang tumbuh di negara Jepang.

Baca Juga : Wajib Netral, ASN Dilarang Pose Foto Berikut Ini!

“Tabebuya ini berasal dari Brazil. Berbunga biasanya saat musim Kemarau,” ujar Laode, Rabu (15/11/2023).

Laode menyebut, tanaman Tabebuya ini sudah ditanam oleh Pemkot Malang melalui DLH Kota Malang sejak tahun 2015 lalu. Pohon tersebut ditanam di hampir seluruh jalur hijau dan juga ada yang ditanam secara tematik atau seragam.

“Yang tematik seperti di Jalan Rajasa dan Jalan Arjowinangun. Untuk yang baru ditanam, kami fokuskan di Jalan Danau Jonge. Di sepanjang jalur hijau seluruh Kota Malang ada vegetasi jenis pohon Tabebuya,” ungkap Laode.

Laode pun menjelaskan bahwa pemilihan menanam pohon Tabebuya sendiri memiliki alasan tersendiri. Selain elok ketika dipandang saat bunga mekar, ternyata perawatannya pun cukup mudah.

“Perawatan, hanya cara pola sederhana dan mudah. Hanya dengan penyiraman pada saat kemarau, pembersihan gulma atau rumput. Melakukan perempesan, perapian ranting yang menjuntai di bawah ketinggian dua meter,” jelas Laode.

Sejumlah ruas jalan di Kota Malang yang indah berkat mekarnya bunga dari Pohon Tabebuya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Dari catatan DLH Kota Malang, saat ini lokasi penanaman pohon Tabebuya berada di sejumlah titik lokasi. Seperti halnya di Jalan Rajasa, Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Cemorokandang, Jalan Arjowinangun dan seluruh jalan pada jalur hijau Kota Malang.

“Untuk lokasi jalan menyesuaikan luas wilayahnya, karena berhimpitan dengan drainase, bangunan. Untuk jumlah titik penanaman, sesuai kebutuhan lokasi minimal 10 pohon Tabebuya daun lebar,” tutur Laode.

Sejauh ini, Laode menerangkan bahwa pihaknya sedang fokus untuk menanam pohon Tabebuya. Terutama pada kawasan yang memang memerlukan penanaman pasca penebangan atau lahan mati.

Baca Juga : Tim KPK Datangi UB, Ada Apa?

“Seperti di Jalan Danau Jonge. Kita fokus di lokasi yang memerlukan penanaman pasca penebangan atau mati dan pembangunan,” ungkap Laode.

Sebelumnya, Laode menerangkan bahwa awal penanaman pohon Tabebuya pada tahun 2015 lalu cukup susah. Sebab, saat itu pohon Tabebuya masih langka didapatkan.

“Jadi di tahun 2015 masih sedikit penanaman. Sejak tahun 2018, penanaman rata-rata per tahun kisaran 300 pohon,” tandasnya.


Topik

Pemerintahan DLH Kota Malang Tabebuya sakura Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri