Dirut PDAM Kabupaten Malang Syamsul Hadi saat ditemui saat acara warga bersama kadis PKPCK dan duta sanitasi. (Nana)
Dirut PDAM Kabupaten Malang Syamsul Hadi saat ditemui saat acara warga bersama kadis PKPCK dan duta sanitasi. (Nana)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang,  tidak termasuk dalam sebelas wilayah kekeringan ekstrem. 

Dilansir dari BMKG tahun 2018, hari tanpa hujan di 11 wilayah di Kabupaten Banyuwangi (Kawah ijen), Bondowoso (Cerme), Gresik (Manganti dan Benjeng), Jombang (Sempal), Kediri (Besuki), Madiun (Dungus dan Kandanggan), Mojokerto (Gedeg Pacet, dan Klegen), Nganjuk (Matokan dan Gondang), Pasuruan (Lumbang dan Kwd Grati), Ponorogo (Pulung), dan Tulungagung (Sumberpandan). Diperkirakan terjadi selama dua bulan ke depan atau lebih dari 60 hari.

Walaupun tidak termasuk wilayah kekeringan ekstrem,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak berleha-leha. Terutama wilayah bumi Arema ini juga merupakan wilayah yang kerap dilanda kekeringan. 

Kondisi inilah yang membuat Pemkab Malang melalui  PDAM Kabupaten Malang terus mengupayakan ketersedian air bersih di wilayah-wilayah merah kekeringan seperti yang terjadi di beberapa tahun lalu. "Kami terus melakukan penyediaan air bersih,  baik melalui dropping air bersih maupun pembuatan sumur bor," kata Syamsul Hadi, direktur utama (Dirut) PDAM Kabupaten Malang,  Kamis (2/8/2018). 

Selain dua program tersebut, PDAM juga terus memperluas penyambungan saluran air rumah di berbagai wilayah yang kerap dilanda kekeringan dalam batas-batas yang masih bisa diatasi pemkab Malang. 

“Perluasan cakupan air bersih kami terus lakukan di Sumberpucung, Kalipare, Wajak, Kasembon, Gedangan, Pagelaran, Kromengan dan Wonosari. Selain tentunya dropping air bersih di musim kemarau ini,” ujar Syamsul. 

Ketua DPD Perpamsi Jatim ini juga menyampaikan,  tahun 2018 target sambungan baru untuk air bersih di wilayah rentan kekeringan sebanyak 8 ribu sambungan. "Ada sekitar 2.500 sambungan baru yang sudah terselesaikan. Sisanya terus kita kejar di sisa tahun ini," imbuh Syamsul. 

Disinggung mengenai musim yang mulai masuk kemarau serta mulai aktifnya PDAM melakukan dropping air bersih ke beberapa wilayah rawan kering, Syamsul menegaskan,  sampai saat ini kebutuhan air bersih masyarakat masih bisa dipenuhi. 


"Jadi, tidak ekstrem dan belum terasa betul kemaraunya juga. Tapi tentunya kami tetap bersiaga untuk terus memantau dan melakukan bantuan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan," ujarnya sambil menambahkan, ada empat wilayah kecamatan yang kini terus didroping air bersihnya. Yaitu Donomulyo, Pagak, Bantur. Karangkates dan Kalipare.

Selain PDAM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang pun,  telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan. Bahkan menurut Bambang Istiawan, kepala BPBD Kabupaten Malang, pihaknya telah bersiaga apabila musim kemarau berkepanjangan. 
"Kami tentu tetap siaga dengan kondisi musim yang berdampak pada masyarakat. Selain itu juga berbagai persiapan serta koordinasi juga telah kami lakukan," ujar Bambang. (*)